Dari Redaksi Salira TV,
Pada setiap kegiatan liputan jurnalistik dan atau kunjungan kerja, Wartawan Salira TV dilengkapi dengan ID Pers dan Surat Tugas yang masih berlaku, serta namanya tercantum di Box Redaksi https://salira.tv/redaksi/

Calon Narasumber, Instansi Pemerintahan, Sekolah, Pengusaha, dan Masyarakat Umum berhak untuk meminta kepada yang mengaku sebagai Wartawan Salira TV untuk menunjukkan ID Pers & Surat Tugas yang masih berlaku.

Calon Narasumber, Instansi Pemerintahan, Sekolah, Pengusaha, dan Masyarakat Umum juga berhak untuk mengambil foto close-up yang bersangkutan, dan mengkonfirmasikannya ke Nomor WhatsApp Center Salira TV di 0838-9640-3437.

Jika yang bersangkutan terbukti Bukan Wartawan Salira TV, Calon Narasumber dan juga Redaksi Salira TV dapat melaporkannya kepada Pihak Kepolisian untuk ditindaklanjuti sebagai kasus Pidana Pemalsuan Identitas yang merugikan Calon Narasumber dan Perusahaan Media Salira TV.
Terimakasih.

Lowongan Jadi Wartawan & Content Creator di Salira TV

Download & Install Aplikasi Salira TV ~ TV Android 24 Jam di Playstore

Suara Kokok Ayam Kampung Pedesaan, Obat Rindu Perantau

Salira TV – Calon Media Online – www.salira.tv | Untuk Anda yang sehari-harinya bermukim di Kampung (Pedesaan) mungkin kejadian ini adalah tidak aneh, biasa-biasa saja, tetapi untuk saudara-saudara kita yang tinggal di Kota Besar Metropolitan, misalnya Jakarta, maka kami yakin ini akan sangat menarik perhatian.

Di video diatas, Anda bisa mendengarkan sahutan kokok Ayam Kampung Betina yang dilanjut dengan suara kokok ayam kampung pejantan, dimana kejadiannya berlangsung secara terus-menerus.

Sampai dengan saat ini belum diketahui apa penyebab sehingga kedua ayam itu berkokok dengan sangat keras seperti telah mendapatkan ketakutan yang luar biasa mencekam.

Saat mengambil video, saya langsung saja record dengan HP saya. Itu kejadiannya di dekat rumah saya, tepatnya di samping Masjid Al-Ikhwan, Picung, Leuwiseeng, Desa Sukaherang, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Oh ya, saat itu, saya mendengar Listrik PLN bunyi terus, tuuuttt.. tuttt, tuuutt, sampai saya menyuruh akan saya untuk mengisi lagi Token Listrik PLN karena gaduh sekali – mengganggu suara rekaman kokok ayam tersebut.

Dan ternyata ketika Suara Tuuuttt Token Listrik PLN berhenti (karena sudah di isi token oleh anak saya – Salma Fauziah Rahmah), eh si Ayam jadi berhenti berkoko dan terlihat rileks, tenang, santai lagi.

Wah, apa mungkin ya, ayam-ayam kaget dengan suara tooot meteran token listrik itu?