Glosarium Logika Universitas Terbuka

  • Share

Salira TV – Calon Media Online – www.salira.tv | Data ini bersumber dari Buku Materi Pokok, LOGIKA – Noor Muhsin Bakry, Halaman 2.50 sampai dengan 2.54 – Universitas Terbuka :

  1. Aksi : hal yang dapat memengaruhi sesuatu, dapat juga berupa perbuatan
  2. Aksiden : sifat kebetulan sebagai predikat yang tidak bertalian dengan hakikat sesuatu diri sehingga tidak dimiliki oleh seluruh anggota golongan.
  3. Aksiden predikabel : sifat kebetulan menyertai cara menyatakan sesuatu yang tidak mutlak.
  4. Aksiden predikamental : sifat kebetulan menyertai cara beradanya sesuatu dan yang melekat pada subjek.
  5. Aksidensia : peserta zat sebagai pemberi bentuk yang tidak dapat berdiri sendiri.
  6. Aksioma : suatu prinsip membutuhkan pembuktian, yang jelas dengan sendirinya karena terlalu sederhana.
  7. Denotasi : keseluruhan hal yang ditunjuk oleh term.
  8. Denotasi : menunjukkan adanya suatu himpunan.
  9. Diagram himpunan : berupa lingkaran-lingkaran maupun bentuk-bentuk lain yang dapat digunakan untuk menghimpun suatu kelompok dalam satu term atau satu kelompok yang berdasarkan ciri pembeda yang sama.
  10. Diferensia : sifat pembeda menunjukkan hakikat suatu golongan sehingga terwujud kelompok diri.
  11. Diferensia generik : ciri pembeda yang membuat genus lebih tinggi menjadi lebih rendah.
  12. Diferensia spesifik : ciri pembeda yang membuat genus terdekat menjadi spesies.
  13. Ekstensi : lihat penjelasan denotasi.
  14. Genus : himpunan golongan-golongan menunjukkan hakikat yang berbeda bentuk, tetapi terpadu oleh persamaan sifat.
  15. Hakikat : sesuatu mempunyai persamaan satuan dalam satu makna tanpa ada perbedaan tingkatan.
  16. Hakikat abstrak : suatu kualitas yang tidak bereksistensi tertentu.
  17. Hakikat konkret : suatu kenyataan atau apa saja yang berkualitas dan bereksistensi tertentu.
  18. Himpunan : sekumpulan sesuatu hal dengan sifat-sifat yang sama membentuk satu kesatuan konsep atau pengertian.
  19. Idea : hasil tangkapan akal manusia mengenai sesuatu objek.
  20. Infima spesies : spesies terendah tidak ada di bawahnya hanya ada satuan khusus.
  21. Infima spesies : term yang lebih sempit sebagai spesies yang terakhir atau terendah.
  22. Intensi : lihat penjelasan konotasi.
  23. Kata kategorimatis : kata yang dapat mengungkapkan sepenuhnya suatu pengertian yang berdiri sendiri tanpa bantuan kata lain.
  24. Kata sinkategorimatis : kata yang tidak dapat mengungkapkan suatu pengertian yang berdiri sendiri jika tidak dibantu oleh kata lain.
  25. Keadaan : kepunyaan khusus menyertai kedudukan.
  26. Khusus : hanya menunjuk sebagian dari keseluruhan sekurang-kurangnya satu hal.
  27. Kolektif : Sifat umum yang berlaku menunjuk suatu kelompok tertentu sebagai kesatuan.
  28. Konotasi : keseluruhan arti yang dimaksudkan oleh suatu term.
  29. Konotasi : merupakan suatu uraian tentang pembatasan arti atau definisi.
  30. Konsep : hasil tangkapan akal manusia mengenai sesuatu objek.
  31. Kualitas : sifat perwujudan sebagai ciri atau tanda pengenal.
  32. Kuantitas : besaran atas sekian banyak hal ataupun satu diri yang mempunyai besaran.
  33. Kuantor Universal : simbol Vx menunjukkan sifat universal sehingga Vx sebagai pembilang umum.
  34. Kuantor eksistensial : simbol 3x menunjukkan sifat eksistensial atau partikular sehingga 3x sebagai pembilang khusus.
  35. Partikular : sifat khusus yang berlaku hanya menunjuk sebagian tidak tertentu dari suatu keseluruhan.
  36. Pasi : akibat atau kesan setelah dipengaruhi sesuatu.
  37. Penalaran : penyimpulan berdasarkan sejumlah pernyataan yang mewujudkan pernyataan lain sebagai kesimpulannya.
  38. Posisi : kedudukan sesuatu dalam lingkungan tertentu atau berada dalam suatu tempat tertentu.
  39. Predikabel : cara menjelaskan dengan mengungkapkan hubungan berbentuk predikat sebagai penjelasan subjek.
  40. Predikamen : cara beradanya sesuatu dengan mengadakan penguraian secara kategori.
  41. Predikamen aksidensia : peserta zat sebagai pemberi bentuk yang tidak dapat berdiri sendiri.
  42. Predikamen substansi : hakikat zat terdapat dalam diri yang dapat berdiri sendiri.
  43. Prinsip cukup alasan : suatu perubahan yang terjadi pada sesuatu hal tertentu mestilah berdasarkan alasan yang cukup.
  44. Prinsip dasar : lihat penjelasan aksioma.
  45. Prinsip eksklusi tertii : sesuatu jika dinyatakan sebagai hal tertentu atau bukan hal tertentu maka tidak ada kemungkinan ketiga yang merupakan jalan tengah.
  46. Prinsip identitas : sesuatu hal adalah sama dengan halnya sendiri.
  47. Prinsip nonkontradiksi : sesuatu tidak dapat sekaligus merupakan hal itu dan bukan hal itu dalam suatu kesatuan.
  48. Proprium : sifat khusus sebagai predikat yang niscaya terlekat pada hakikat sesuatu diri sehingga dimiliki oleh seluruh anggota golongan.
  49. Proprium generik : sifat khusus yang berpangkal pada jenis sesuatu.
  50. Proprium spesifik : sifat khusus yang berpangkal pada hakikat yang utuh dari sesuatu.
  51. Relasi : hubungan dengan berbagai hal lain.
  52. Ruang : empat yang menyertai perwujudan di mana sesuatu itu ada.
  53. Sesatpikir : kekeliruan pembuatan melanggar kaidah-kaidah logika maupun berupa perbincangan yang menyesatkan.
  54. Sesatpikir formal : kekeliruan penalaran berdasarkan bentuk.
  55. Sesatpikir material : kekeliruan penalaran berdasarkan isi.
  56. Sesatpikir verbal : kekeliruan penalaran berdasarkan kata-kata.
  57. Sifat : sesuatu di dalam halnya itu ada perbedaan tingkatan
  58. Sifat abstrak : persifatan yang terlepas dari eksistensi tertentu.
  59. Sifat konkret : persifatan suatu kenyataan atau apa saja yang berkualitas dan bereksistensi.
  60. Sifat pembeda : lihat penjelasan diferensia.
  61. Simbol : istilah atau kata yang untuk mengungkapkan suatu konsep atau pengertian.
  62. Simbol abstrak : simbol terlepas dari isinya, mempunyai makna jika dihubungkan dengan yang lain.
  63. Singular : sifat khusus yang berlaku hanya menunjuk pada satu hal tertentu.
  64. Spesies : himpunan sesuatu menunjukkan hakikat bersamaan bentuk maupun sifatnya sehingga dapat memisahkan dari lain-lain golongan.
  65. Substansi : hakikat zat terdapat dalam diri yang dapat berdiri sendiri.
  66. Substansi : hakikat sesuatu yang adanya terdapat di dalam diri sendiri sebagai pendukung sifat-sifat.
  67. Summum genus : genus tertinggi tidak ada di atasnya meliputi semua genus yang ada.
  68. Summum genus : term yang paling luas yang meliputi semua genus.
  69. Term : simbol atau kesatuan beberapa simbol yang dapat untuk menyatakan suatu konsep atau pengertian.
  70. Term : ungkapan konsep atau pengertian dalam bentuk istilah atau kata.
  71. Term kompleks : lihat penjelasan term komposit.
  72. Term komposit : ungkapan konsep atau pengertian terdiri atas beberapa kata atau beberapa istilah.
  73. Term sederhana : ungkapan konsep atau pengertian terdiri atas satu kata atau satu istilah.
  74. Term simpel : lihat penjelasan term sederhana.
  75. Umum : mencakup keseluruhan hal-hal yang ditunjuk tiada terkecualinya.
  76. Universal : Sifat umum yang berlaku tidak terbatas oleh ruang dan waktu.
  77. Waktu : tempo yang menyertai kapan sesuatu itu ada.

Demikian.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *