Jasa Setrika Uap SALIRA Leuwiseeng Sukaherang Singaparna Tasikmalaya
JAWA  

Perencanaan Pesan Komunikasi dan Tahapan dalam Penyusunan Pesan

Salira TV – Calon Media Online – www.salira.tv | Teman-teman semuanya, di Minggu ini, saya (Firmansyah) masih mengikuti kegiatan Tuton atau Tutorial Online nya UT Universitas Terbuka.

Dan hari ini masuk ke materi inisiasi ketiga untuk mata kuliah Perencanaan Pesan dan Media (SKOM4314), dimana mahasiswa akan belajar tentang Perencanaan Pesan Komunikasi dan Tahapan dalam Penyusunan Pesan.

Proses komunikasi adalah suatu proses yang melibatkan aktivitas saling tukar menukar ide dan gagasan diantara orang-orang yang terlibat. Untuk jenis komunikasi yang informal dan tidak mempunyai tujuan tertentu, maka mengorganisasikan pesan yang disampaikan tidak terlalu sulit jika dibandingkan dengan suatu kegiatan komunikasi yang ditujukan untuk mengubah sikap atau perilaku khalayaknya.

Tujuan pesan (message goals) adalah hal yang harus pertama dipertimbangan ketika melakukan perencanaan pesan komunikasi. Maksud dan tujuan dari disampaikannya suatu pesan, serta hasil yang ingin dicapai ketika pesan itu diterima orang lain atau khalayak sasaran pertama kali yang harus ditentukan. Sedangkan rencana pesan (message plan) adalah penjelasan mengenai segala upaya yang dilakukan untuk memastikan pesan diterima, difahami dan ditindaklanjuti pihak penerimanya. Tujuan dan rencana pesan merupakan turunan perencanaan komunikasi, atau bahkan merupakan wujud nyata dari tujuan dan rencana komunikasi itu sendiri.

Tujuan pesan sepenuhnya merujuk pada tujuan komunikasi, namun ada sedikit penyesuaian mengingat sifatnya yang cenderung lebih operasional atau diselaraskan dengan situasi kepada siapa, di mana, atau dalam konteks apa pesan itu disampaikan. Dengan segala kemungkinan pengembangan yang bisa dilakukan terhadap tujuan umum komunikasi, maka secara operasional setidaknya dapat disebutkan ada 12 (dua belas) tujuan pesan, yaitu untuk : menginformasikan (informating), membujuk (persuading), memotivasi (motivating), menginstruksikan (instructing), mengontrol (controlling), membangun emosi (emoting), koordinasi (coordinating), menghibur (entertaining), mendidik atau memberikan edukasi (educating), mengilhami atau menginspirasi (inspiring), mempromosikan (promoting), dan membangun dialog (to dialogue). Pada dasarnya tujuan pesan tersebut masih bisa lebih dikembangkan lagi, terutama untuk yang bersifat spesisik dan kasuistik (kasus-kasus atau kejadian tertentu yang istimewa). Tujuan pesan ditetapkan berdasarkan kebutuhan dari insiator komunikasi; dari sejumlah tujuan di tersebut tersebut bisa ditetapkan/digunakan semuanya, bisa juga sebagian, atau bahkan hanya satu saja.

Tujuan pesan yang telah ditetapkan sesuai kebutuhan selanjutnya dituangkan ke dalam sebuah rencana yang disusun sebagai dasar untuk mengembangkan strategi dalam penyusunan pesan melalui tahapan kegiatan yang harus dilaksanakan. Rencana pesan ini adalah penjelasan mengenai : khalayak sasaran (kepada siapa pesan disampaikan), pesan yang disampaikan dan ide/gagasan pokok, teknik dan metode Penyampaian pesan, bentuk pesan, strategi pesan, rencana eksekusi, dan pengukuran keberhasilan pesan (evaluasi).

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam perencanaan pesan, yaitu :

  1. Bagaimana menggunakan hasil analisis khalayak/calon penerima gagasan ?
  2. Mengembangkan gagasan dan pokok utama dari gagasan yang akan disampaikan
  3. Menyusun sketsa pesan
  4. Mempersiapkan umpan balik kegiatan komunikasi

Pengorganisasian pesan komunikasi merupakan faktor yang penting dalam kegiatan komunikasi yang berusaha mempengaruhi atau meyakinkan orang lain yang menjadi khalayak sasaran komunikasi tersebut.

Tahapan penyusunan pesan merupakan serangkaian aktivitas yang berhubungan dengan teknis persiapan dan pengemasan hingga pesan siap digunakan sesuai rencana, dan selalu diawali penentuan tujuan disampaikannya pesan tersebut.

Beberapa kegiatan penting dalam penyusunan adalah menentukan kerangka pesan, identifikasi dan analisis khalayak sasaran, memilih dan menentukan saluran pesan, menyelaraskan pesan dengan khalayak penerima, mengorganisasikan pesan, pembuatan konsep awal pesan, serta revisi, koreksi, dan produksi pesan.

1. Kerangka pesan memuat tiga aspek, yaitu jenis pesan beradasarkan apa yang disampaikannya, prinsip penyampaian, dan tujuan praktis disampaikannya pesan,.

2. Identifikasi khalayak penerima dilakukan untuk memastikan keefektifan komunikasi yang salah satu penandanya adalah kesesuaian antara tujuan pesan dengan profil lengkap khalayak penerima.

3. Pemilihan saluran/media yang tepat untuk menyampaikan pesan dilakuan untuk menjamin kerberhasilan komunikasi dengan sampainya pesan kepada khalayak penerima secara efektif dan efisien

4. Menyelaraskan pesan dengan khalayak penerima adalah penyesuaian atau adaptasi terhadap kebutuhan dan minat atau perhatian mereka agar terjadi penerimaan dan pemahaman yang baik terhadap pesan.

5. Mengorganisasikan pesan adalah penjabaran topik pesan menjadi bagian-bagian ide dan mengaturnya dalam urutan yang tepat dan pantas. Terdapat dua jenis outline penjabaran, yaitu deduktif (susunan pesan dari gagasan utama ke penjelasan rinci) dan induktif (dari penjelasan rinci ke gagasan utama).

6. Pembuatan konsep awal atau draft pesan, yaitu mewujudkan ide/gagasan ke dalam pesan denagn mempertimbangkan berbagai informasi yang didapatkan pada tahapan penyusuanan pesan sebelumnya.

7. Revisi, koreksi, dan produksi pesan adalah rangkaian kegiatan untuk memastikan konsep awal pesan menjadi penampilan akhir pesan siap disampaikan kepada khalayak. Kegiatan utama pada tahap ini adalah menguji, memperbaiki, mengevaluasi/menilai sesuai rencana, hingga siap diproduksi dan disebarkan.

Pesan dapat disusun dengan beberapa bentuk organisasi pesan, yaitu disusun dengan format berikut:

  1. topikal
  2. kronologis
  3. berdasarkan isu berkembang dan sekuen motif
  4. spasial
  5. kausalitas
  6. pemecahan masalah
  7. pengembangan motivasional, dan
  8. deduktif-induktif.

Masing-masing penjelasan untuk setiap format diatas, dapat kita baca pada BMP (Buku Materi Pokok) Mata Kuliah : Perencanaan Pesan dan Media.

Materi lain yang dibahas adalah tentang struktur pesan. Struktur pesan diidentikan dengan susunan pokok-pokok gagasan yang menyatu menjadi satu kesatuan pesan yang utuh. Setiap pokok gagasan yang dibuat diuraikan satu sama lain ke dalam bentuk paragraf demi paragraf yang saling mendukung.

Penyusunan pesan yang biasa dipakai adalah struktur :

  1. Pro-kontra
  2. Kontra-pro
  3. Satu sisi
  4. Dua sisi

Pesan dari dosennya atau tutornya : Mahasiswa diminta untuk membaca dengan seksama materi-materi tersebut diatas di buku BMP, lalu jika ada yang tidak dipahami ; mahasiswa dipersilahkan untuk mendiskusikannya dalam forum diskusi Tuton.

Semangat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.