Urgensitas Pengaturan Media Massa Menurut Sosiologi Hukum dan Moralitas Pancasila

  • Share

Salira TV – Data ini dikutip dari Buku Hukum Media Massa – Agus Riwanto – Halaman 5.14 sampai dengan 5.15 – Universitas Terbuka.

Dari aspek sosiologi hukum, urgensitas pengaturan media massa adalah dapat berfungsi sebagaimana mestinya yang dalam pandangan moralitas Pancasila maka media yang diharapkan dapat memiliki ciri-ciri khusus, antara lain:

1. Media massa yang bebas dan bertanggung jawab, artinya media massa diberi ruang kebebasan untuk mengaktualisasikan kebebasannya untuk membuat aneka produk informasi baik hiburan, ilmu pengetahuan, dan lainnya, namun harus memiliki tanggung jawab sosial, yakni untuk menjadi sarana bagi pengembangan masyarakat dan kemajuan peradaban bangsa.

2. Media massa yang sehat, artinya hadirnya produk media massa adalah produk yang dibuat secara baik, demokratis, dan bukan semata-mata ditujukan untuk mengeruk keuntungan bisnis.

3. Media massa sebagai penyebar informasi yang objektif, artinya produk media massa yang dilahirkan adalah media yang dapat secara objektif menyediakan aneka informasi yang berguna dan bukan penebar fitnah, diskriminatif, dan provokatif.

4. Media massa sebagai penyalur aspirasi rakyat, meluaskan komunikasi, dan partisipasi masyarakat, artinya produk media massa yang akan dilahirkan adalah media yang dapat menampung aspirasi masyarakat sekaligus media partisipasi masyarakat dalam mengekspresikan kehendaknya sebagai warga negara yang baik.

5. Media massa yang melakukan kontrol sosial yang konstruktif, artinya produk media massa yang dilahirkan diharapkan menjadi alat kontrol sosial atau penyimpangan-penyimpangan sosial yang efektif sehingga media massa akan menjelma menjadi alat kontrol sosial.

6. Diharapkan akan menumbuhkan interaksi positif antara insan media, pemerintah, dan masyarakat. Ketiganya merupakan aktor yang tidak dapat tak akan dapat melahirkan produk media yang berkualitas jika tak menghargai peran pemerintah dalam menciptakan aneka regulasi tentang media, demikian pula media tak akan dapat eksis jika tidak berkorelasi positif dengan masyarakat sebagai konsumen media. (F)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *