DARI REDAKSI
TV ANDROID 24 JAM SALIRA TV MEMBUKA LOWONGAN KERJASAMA KEPADA ANAK MUDA UNTUK MENJADI WARTAWAN ATAU REPORTER SALIRA TV NEWS UNTUK DITEMPATKAN DI KABUPATEN ATAU KOTA NYA MASING-MASING (SESUAI DOMISILI KTP). HUBUNGI WA CENTER SALIRA TV DI 0838-9640-3437.

Dari Redaksi Salira TV,
Pada setiap kegiatan liputan jurnalistik dan atau kunjungan kerja, Wartawan Salira TV dilengkapi dengan ID Pers dan Surat Tugas yang masih berlaku, serta namanya tercantum di Box Redaksi https://salira.tv/redaksi/

Calon Narasumber, Instansi Pemerintahan, Sekolah, Pengusaha, dan Masyarakat Umum berhak untuk meminta kepada yang mengaku sebagai Wartawan Salira TV untuk menunjukkan ID Pers & Surat Tugas yang masih berlaku.

Calon Narasumber, Instansi Pemerintahan, Sekolah, Pengusaha, dan Masyarakat Umum juga berhak untuk mengambil foto close-up yang bersangkutan, dan mengkonfirmasikannya ke Nomor WhatsApp Center Salira TV di 0838-9640-3437.

Jika yang bersangkutan terbukti Bukan Wartawan Salira TV, Calon Narasumber dan juga Redaksi Salira TV dapat melaporkannya kepada Pihak Kepolisian untuk ditindaklanjuti sebagai kasus Pidana Pemalsuan Identitas yang merugikan Calon Narasumber dan Perusahaan Media Salira TV.
Terimakasih.

Lowongan Jadi Wartawan & Content Creator di Salira TV

Download & Install Aplikasi Salira TV ~ TV Android 24 Jam di Playstore

Suasana di Siang Hari, Jalan Utama Pasar Pariwisata Singaparna Tasikmalaya

Salira TV – Suasana di Siang Hari, Jalan Utama Pasar Pariwisata Singaparna Tasikmalaya
Tanggal : 10 Februari 2022
Kameramen : Firmansyah
Lokasi : Pintu Masuk bagian Selatan – Pasar Pariwisata Singaparna Tasikmalaya
Kerjasama : Hubungi Salira TV WA: 08-5353-99-4262 jika tempat Anda ingin segera dimuat.

Video bisa ditonton disini

Sedikit tambahan, Cerita saya di masa lalu tentang Pasar Singaparna :

Waktu saya masih jadi anak sekolah (tingkat SD), dulu saya tidak di SD nya tapi di MI nya, Madrasah Ibtidaiyah Leuwiseeng, dimana jaraknya sekitar 2km dari pusat pasar Singaparna. Nah, saya kadang suka berangkat ke pasar singaparna sendirian untuk jualan kantong keresek, kalau tak salah harganya Rp. 500,- s.d Rp. 1.000,- per pcs – itu sekitar tahun 1995 ya, yaitu saat saya kelas 3-4 MI.

Yang saya lakukan itu untuk test keberanian saja plus termotivasi oleh teman-teman saya yang lain yang juga melakukan itu, mereka pada jualan keresek kantong si unyil. Ya, jadilah saya ikut-ikutan komunitas itu.

Saya sering mangkalnya di area Pasar Ikan, jarang ke selain pasar ikan, disana (di pasar ikan) tinggal standby saja, kalau ada yang beli ikan –  saya deketin, terus sambil persiapan mengeluarkan kantong kresek, lucu juga sih, padahal untuk sekedar kantong kresek khan itu penjual ikan pun sebetulnya mampu untuk pengadaannya, tapi tidak demikian – yang tukang jual ikan seakan paham bahwa ada anak-anak yang sedang belajar jualan kantong kresek sehingga dia (penjual ikan) tidak mengadakan kantong kresek – yang akhirnya setiap ada pembeli ikan maka kantong kreseknya bersumber dari para anak-anak yang jualan kantong kresek itu tadi, termasuk ada saya didalamnya.

Ya, begitulah, itu adalah proses belajar untuk mandiri, banyak suka duka nya om saat jualan kantong kresek itu – nggak semuanya calon pembeli mau untuk beli kantong kresek kita khan? – ya disanalah anak-anak belajar untuk menghadapi suasana yang secara emosional ; tidak menyenangkan, hee..