Lowongan Kerja di Salira TV

Rangkuman Hal Penting yang ada di Buku Public Speaking UT Universitas Terbuka

TASIKMALAYA, SALIRA TV – Sumber tulisan ini adalah dari BMP Buku Materi Pokok Public Speaking – Hendriyani UT Universitas Terbuka. Sebagai berikut :

Peran Public speaking dalam kehidupan sehari-hari adalah Pengembangan diri, dan mempengaruhi dunia sekitar.

Persamaan Public Speaking dengan percakapan/pembicaraan biasa Menyesuaikan isi dan cara penyampaian kepada rekan bicara atau public.

Salah satu aturan retorika yang ditemukan di Mesir Kuno pada tahun 2080 SM berbunyi : Tahu kapan harus diam.

Mempelajari sejarah retorika sebagai public speaking tidak terlepas dari era kaum sofis. Mereka memiliki tiga kelebihan dalam retorika, diantaranya yaitu Membuat naskah pidato.

Terdapat beberapa elemen public speaking. Salah satunya adalah konteks/situasi, yang meliputi Psikologis dan Budaya.

Salah satu pendukung utama untuk melakukan public speaking yang baik adalah “listening”, yaitu Memperhatikan dan memahami apa yang kita dengar.

Etika public speaking menyangkut hal-hal berikut, kecuali Etik kaitannya dengan atasan.

Etika dalam public speaking salah satunya adalah menghargai public antara lain melalui hal berikut : Sikap dan gerak gerik tubuh positif.

Integritas juga menyangkut etika public speaking. Tingginya integritas bisa ditunjukkan dengan Tidak melakukan plagiarism atau tidak mengakui pendapat orang lain tanpa menyebut sumbernya.

Ketika diminta sebagai pembicara, kita bisa memulai dengan hal-hal yang sederhana, misalnya memperkenalkan diri yang meliputi : Nama, kegiatan sehari-hari, dan harapan atau cita-cita.

Hal penting dalam PS adalah melakukan organisasi pesan yang meliputi Pendahuluan, Isi, dan Penutup. Nah dalam penutup sebaiknya yang kita lakukan adalah kecuali : Menegur peserta yang mau pulang lebih dahulu sebelum diakhiri.

Public speaking yang efektif, bukan membaca ataupun menghafal. Namun mengomunikasikan, artinya adalah Sama halnya seperi kita bercerita pada teman bicara secara tatap muka.

Terdapat banyak ragam topik public speaking. Namun dalam memilihnya kita mesti memperhatikan hal berikut : Siapa yang akan hadir mendengarkan dan pengetahuan kita akan topik.

Terdapat empat cara untuk menggali topik menurut Lucas, yaitu kecuali melalui Cerita di sebuah film.

Waktu menentukan topik PS kita perlu mengetahui secara tepat apa yang ingin dicapai dalam PS. Tujuan PS terbagi menjadi dua, yaitu Tujuan umum dan tujuan spesifik.

Sebuah presentasi tidak selalu cocok dengan semua publik. Oleh karena itu menurut Lucas, seorang pembicara yang hebat akan audience-centered, maksudnya adalah Memikirkan apa yang akan disampaikan itu bermanfaat dan penting bagi publik.

Variabel-Variabel yang patut diketahui dalam analisis publik meliputi Rata-rata usia, Gender, Status pernikahan, Nilai-nilai yang dianut, Kepercayaan yang dianut, Strata sosial ekonomi, Ketertarikan publik, Keanggotaan kelompok, dsb. Diperlukan untuk Menghindari kecenderungan menyederhanakan informasi dengan membuat asumsi secara umum.

Selain memperhitungkan variable analisis publik, juga penting melakukan analisis situasi atau konteks public yang meliputi Jumlah publik dan Pengaturan ruangan.

Pada sesi Tanya jawab, public akan bertanya dengan beberapa cara dan alasan. Bisa jadi pertanyaannya tidak relevan dengan materi yang kita sampaikan. Jika ini terjadi, sebagai pembicara tetap perlu menjawab sbb : Jika waktu cukup, dan kita mengetahui jawabannya, maka bisa menjawab.

Seorang pembicara bisa saja memang tidak bisa menjawab sebuah pertanyaan yang dilontarkan publik, maka pembicara yang baik akan meresponnya dengan Berjanji akan mencarikan jawabannya dan segera memberi tahu kepada yang bertanya.

Terkadang ada saja anggota publik yang suka bisik-bisik atau mengajak bicara orang lain di sebelahnya, sehingga mengganggu suasana pidato. Maka seorang pembicara bisa menyiasati dengan Mengnterupsi dengan memberi kesempatan orang tersebut bertanya atau berpendapat.

Sumber data diperlukan dalam mengembangkan topik public speaking. Jika sebagai pembicara membutuhkan data yang spesifik, maka pilihan sumber data berupa Buku, Jurnal ilmiah, Laporan perusahaan atau organisasi.

Salah satu sumber data adalah internet. Namun karena tersedia data yang sangat banyak, maka memanfaatkan internet memerlukan kekritisan. Hal-hal yang perlu diperhatikan jika memanfaatkan data di internet antara lain Kredibiltas penulis, objektivitas informasi, dan Kebaruan data.

Lucas dan Verdever mengingatkan adanya beberapa hal penting dalam mencari data. Baik yang bersumber secara tradisional, wawancara, maupun internet antara lain : Catat referensi dengan rapi, sediakan waktu yang cukup.

Demi mempermudah pemahaman publik dalam PS diperlukan narasi, diskripsi . atau ilustrasi berupa contoh-contoh. Secara garis besar, contoh dalam PS berperan sebagai : Menegaskan ide, dan Mendekatkan ide dengan pengalaman public.

Penggunaan statistic bisa memperkuat pesan PS. Namun juga mesti hati-hati sebab statsitik bisa dimanipulasi. Berikut adalah penggunaan statistik yang tepat kecuali : Gunakan tampilan visual yang penuh warna.

Struktur public speaking yang paling umum terdiri dari pembukaan, isi dan penutup. Pesan yang ada dalam pembukaan antara lain : Salam, menyampaikan topik atau judul yang akan disampaikan, Agenda acara.

Sedangkan pada bagian penutup dalam struktur public speaking bisa berisi tentang Rangkuman seluruh pembicaraan dan Harapan terhadap public setelah mendengarkan ceramah.

Suatu isi public speaking idealnya berisi Pikiran Utama tidak lebih dari …. pikiran / pokok utama dengan mempertimbangkan waktu serta daya ingat public : Empat.

Menyusun Isi Public Speaking bisa menggunakan pola proses suatu topik pembicaraan. Berikut ini termasuk contoh proses Tahapan membuat kue.

Memulai PS dengan pembukaan. Hal yang harus dihindari adalah Meminta maaf, menggunakan kata selipan (filler words).

Memulai public speaking dengan ice breaking bertujuan untuk kecuali, Mendekatkan hubungan pribadi.

Menggunakan bentuk ice breaking dengan cerita, perlu memperhatikan hal berikut : Isi cerita ada hubungannya dengan materi yang akan dibahas.

Penggunaan alat bantu dalam PS mempertimbangkan hal –hal berikut : Jumlah audiens, Tujuan PS, Tata ruang, Waktu.

Jika menggunakan alat bantu visual berupa slide, maka disarankan jumlah huruf maksimal dalam satu slide adalah Maksimal 7 baris dan tiap baris terdiri dari maksimal 6 kata.

Penggunaan warna dalam slide juga seperlunya saja. Perhatikan warna korporate dan variasi jumlah warna yang tidak banyak. Jumlah warna yang disarankan adalah Disarankan dua warna.

Menampilkan pesan berupa data statistik supaya lebih menarik, maka gunakan ….. daripada sekedar angka, benda, dan bagan Grafik.

Jika ingin menjelaskan proses kerja dalam alat bantu seperti power point, dari pada teks kata-kata, grafik, maupun narasi audio maka lebih baik menggunakan Bagan.

Jika menggunakan alat bantu layar pantul maka hindari membaca materi di layar pantul, melainkan bacalah di note book, dan lebih bagus sudah menghapal dan memahaminya. Hindari hal berikut : Menyapa udiens dan menjauh layar.

Seperti halnya dalam komunikasi, bahasa non verbal tenryata mengambil porsi yang lebih besar disbanding bahasa verbal dalam public speaking. Berikut yang temasuk bahasa non verbal : Sesuatu yang terlihat oleh publik, faktor visual.

Meskipun hanya mengambil porsi kecil dibanding bahasa non verbal, bahasa verbal juga penting diperhatikan. Berikut termasuk bahasa verbal : Istilah-istilah.

Penggunaan bahasa non verbal harus memperhatikan beberapa hal, yaitu Posisi kaki, Posisi berdiri.

Pada gerakan mata sebagai isyarat non verbal ketika melakukan public speaking, maka pertahankan pandangan mata tetap sbb. Kecuali Menatap layar laptop bukan layar proyektor.

Dikenalkan metode-metode dalam menyampaikan public speaking, yaitu Membaca, Menghafal, Berbicara tanpa teks.

Suara menjadi penting juga dalam public speaking. Hal-hal yang perlu diperhatikan terkait suara demi PS yang sukses antara lain : Pernafasan, Artikulasi.

Public Speaking untuk informasi perlu memperhatikan hal-hal penting upaya efektif, yaitu Informasi yang diampaikan akurat, jelas, berguna bagi publik.

Bentuk-bentuk public speaking untuk informasi ada empat antara lain yaitu: Objek dan Peristiwa.

Contoh topik pembicaraan tetang proses, misalnya Langkah-langkah penghitungan neraca perusahaan.

Contoh topik pembicaraan tentang kosep, misalnya Pengertian manusia. (F)

Leave a Reply

Your email address will not be published.