DARI REDAKSI
TV ANDROID 24 JAM SALIRA TV MEMBUKA LOWONGAN KERJASAMA KEPADA ANAK MUDA UNTUK MENJADI WARTAWAN ATAU REPORTER SALIRA TV NEWS UNTUK DITEMPATKAN DI KABUPATEN ATAU KOTA NYA MASING-MASING (SESUAI DOMISILI KTP). HUBUNGI WA CENTER SALIRA TV DI 0838-9640-3437.

Dari Redaksi Salira TV,
Pada setiap kegiatan liputan jurnalistik dan atau kunjungan kerja, Wartawan Salira TV dilengkapi dengan ID Pers dan Surat Tugas yang masih berlaku, serta namanya tercantum di Box Redaksi https://salira.tv/redaksi/

Calon Narasumber, Instansi Pemerintahan, Sekolah, Pengusaha, dan Masyarakat Umum berhak untuk meminta kepada yang mengaku sebagai Wartawan Salira TV untuk menunjukkan ID Pers & Surat Tugas yang masih berlaku.

Calon Narasumber, Instansi Pemerintahan, Sekolah, Pengusaha, dan Masyarakat Umum juga berhak untuk mengambil foto close-up yang bersangkutan, dan mengkonfirmasikannya ke Nomor WhatsApp Center Salira TV di 0838-9640-3437.

Jika yang bersangkutan terbukti Bukan Wartawan Salira TV, Calon Narasumber dan juga Redaksi Salira TV dapat melaporkannya kepada Pihak Kepolisian untuk ditindaklanjuti sebagai kasus Pidana Pemalsuan Identitas yang merugikan Calon Narasumber dan Perusahaan Media Salira TV.
Terimakasih.

Lowongan Jadi Wartawan & Content Creator di Salira TV

Download & Install Aplikasi Salira TV ~ TV Android 24 Jam di Playstore

Melihat Lebih Dekat Lapak Batu Akik di Bekasi Yang Pernah Berjaya

SALIRA TV KABUPATEN BEKASI – Sempat populer di berbagai kalangan, hingga menembus pasar nasional kini kejayaan batu akik kian redup.

Jalan multi guna bekasi timur merupakan sentra penjualan batu akik sekaligus menjadi salah satu saksi atas puncak kejayaan batu akik.

Sopian seorang penjual batu akik yang sudah berkecimpung selama 15 tahun mengatakan, kejayaan batu akik bermula di tahun 2013. Hal itu sebagai momentum yang sulit dilupakan.

Sebab, antusias masyarakat terhadap batu akik tak hanya bagi kalangan laki-laki, melainkan kalangan perempuan bahkan anak-anak turut mewarnai gemerlapnya seni batu akik.

Menurut pengakuannya, pembeli yang datang bukan hanya ingin membeli batu cincin saja. Melainkan, sebagian dari mereka turut membeli batu yang memiliki nilai magis.

“Saya dulu sudah berjualan batu akik, sebelum booming di tahun 2013. Namanya orang Indonesia kan banyak penasarannya, jadi waktu itu (tahun 2013) banyak yang beli mau itu laki atau perempuan pada penasaran pake batu cincin,” ungkapnya.

Namun kini, peminat batu akik perlahan mulai redup sejak mencuri perhatian masyarakat pada delapan tahun lalu. Sopian mengaku, pendapatannya turut berdampak lantaran pelanggan yang kian menghilang.

“Ya kalo omset mah disyukuri saja, yang penting bisa makan kan rejeki dari mana saja. Ya alhamdulilah kadang dapet 100 ribu sehari, kadang 300 ribu, engga tentu, tapi ya kalo di bandingkan sama dulu udah pasti turun,” tutupnya. (Novianto Kurniawan)