SALIRA TV | KAB. KARIMUN, KEP. RIAU – Pada liputan Rabu, 18 Februari 2026, tim jurnalis Salira TV menyoroti kondisi papan informasi harga BBM di SPBU Poros yang dilaporkan tidak aktif. SPBU yang berada di wilayah Karimun, Provinsi Kepulauan Riau tersebut menjadi perhatian masyarakat karena papan informasi harga BBM merupakan fasilitas wajib pada setiap SPBU.
Papan Informasi Harga BBM SPBU Poros Jadi Sorotan
Berdasarkan hasil pemantauan langsung di lapangan, papan informasi harga BBM SPBU Poros terlihat tidak menyala. Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik terkait transparansi harga serta standar pelayanan kepada konsumen.
Selain itu, tim juga menemukan sejumlah fasilitas pendukung SPBU dalam kondisi kurang terawat. Area pengisian BBM dinilai kurang rapi. Lingkungan sekitar terlihat kusam. Beberapa bagian kantor mengalami kerusakan. Fasilitas toilet juga dilaporkan tidak dalam kondisi optimal.
Dugaan Minimnya Perawatan Sarana SPBU
Situasi ini kemudian memunculkan pertanyaan mengenai pengelolaan anggaran perawatan. SPBU tersebut diketahui merupakan aset milik Perusahaan Daerah (Perusda). Namun, hingga saat ini belum ada penjelasan resmi terkait kondisi sarana yang dinilai kurang terawat tersebut.
Tim media telah mencoba meminta klarifikasi kepada pimpinan SPBU melalui pesan WhatsApp. Namun, hingga berita ini disusun, belum terdapat tanggapan resmi dari pihak terkait.
Di sisi lain, masyarakat berharap pengelola segera melakukan pembenahan. Hal ini penting untuk menjaga kualitas pelayanan publik sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas distribusi BBM.
Upaya Penelusuran Informasi Lanjutan
Tim media akan terus menelusuri informasi kepada instansi terkait. Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan akurat mengenai kondisi fasilitas SPBU serta pengelolaan anggaran perawatannya.
Dengan adanya pengawasan publik dan pemberitaan yang berimbang, diharapkan perbaikan fasilitas dapat segera dilakukan demi kenyamanan dan keamanan konsumen.
Reporter: Edward Simanjuntak
Editor: P. Pirmansyah








