SALIRA TV | KAB. CIAMIS, JAWA BARAT — H. Wahyu Durian Kujang bantu korban rumah roboh menjadi sorotan di tengah suasana Lebaran hari ketujuh. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 27 Maret 2026, di wilayah Sindangrasa, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis.
Di saat masyarakat masih merayakan Idul Fitri, keluarga Doni dan Dian justru menghadapi cobaan berat. Rumah yang mereka tempati di Jalan Sindang Barat, RT 01 RW 12, Kelurahan Kertahayu, roboh hingga rata dengan tanah.
Aksi Sosial H. Wahyu Durian Kujang
Kehadiran H. Wahyu ke lokasi bukan sekadar kunjungan biasa. Ia datang membawa bantuan langsung berupa paket sembako lengkap serta beras kualitas premium.
“Kami merasa terpanggil. Di saat orang lain masih bersuka cita Lebaran, saudara kita di sini tertimpa musibah rumah roboh. Ini adalah bentuk kepedulian kami dari keluarga besar Durian Kujang untuk sedikit meringankan beban mereka,” ujar H. Wahyu saat ditemui di lokasi.

Bantuan tersebut disambut haru oleh keluarga korban. Doni mengaku tidak menyangka akan mendapatkan perhatian langsung di tengah kondisi sulit yang mereka alami.
Peran Penting BAZNAS Kabupaten Ciamis
Selain memberikan bantuan pribadi, H. Wahyu juga menyoroti pentingnya sinergi dalam kegiatan sosial. Ia menyampaikan apresiasi kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis atas respons cepat dalam membantu masyarakat.
Kolaborasi Sosial Diharapkan Terus Berlanjut
Menurutnya, kolaborasi antara pelaku usaha, masyarakat, dan lembaga resmi menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan pascabencana. Hal ini dinilai penting agar keluarga terdampak dapat segera kembali memiliki tempat tinggal yang layak.

Menggugah Kepedulian Sesama
Peristiwa rumah roboh ini menjadi pengingat akan pentingnya kepedulian sosial. H. Wahyu berharap aksi yang dilakukan dapat menginspirasi para dermawan lainnya untuk turut membantu.
Warga sekitar pun memberikan apresiasi atas kepedulian tersebut. Sosok H. Wahyu dinilai konsisten menunjukkan empati, terutama kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Ciamis.
Reporter: Heri Heryanto
Editor: P. Pirmansyah








