SALIRA TV | KOTA TASIKMALAYA, JAWA BARAT — Persoalan dana talang senilai Rp6,85 miliar yang belum dikembalikan kepada nasabah prioritas Bank Mandiri di Tasikmalaya memasuki babak baru. Setelah sejumlah upaya mediasi belum menghasilkan kesepakatan, DPD Himpunan Insan Pers Solidaritas Indonesia atau HIPSI Tasikmalaya menyatakan akan menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bank Mandiri dan Otoritas Jasa Keuangan atau OJK.
Dalam liputan Kamis, 15 Oktober 2026, persoalan yang melibatkan nasabah bernama Melva Purba ini menjadi sorotan setelah delapan bulan berlalu tanpa pengembalian dana pokok yang dipermasalahkan.
Dana Talang Rp6,85 Miliar Belum Dikembalikan
Melva Purba, nasabah prioritas Bank Mandiri Tasikmalaya, mengaku belum menerima kembali uang sebesar Rp6,85 miliar yang diserahkan untuk keperluan dana talang penutupan SPPK nasabah.
Menurut keterangan yang disampaikan, pengambilan dana tersebut dilakukan langsung oleh oknum pejabat bank dengan mendatangi rumah korban. Namun, hingga delapan bulan kemudian, dana pokok tersebut disebut belum dikembalikan.
Melva menyatakan telah menyerahkan bukti-bukti yang menurutnya mendukung pengaduan tersebut. Ia juga menegaskan bahwa tuntutannya saat ini hanya meminta pengembalian uang pokok secara utuh, tanpa tambahan bunga.
Dalam keterangannya, Melva menjelaskan bahwa dana sebesar Rp6,85 miliar itu diambil langsung dari rumahnya untuk keperluan dana talang SPPK. Ia mengaku telah menunggu selama delapan bulan dan hanya meminta uang pokoknya dikembalikan sepenuhnya, tanpa menuntut bunga.
HIPSI Tasikmalaya Soroti Mediasi yang Buntu
Belum tercapainya penyelesaian membuat DPD HIPSI Tasikmalaya menyatakan akan mengawal persoalan ini. Organisasi tersebut menilai upaya mediasi yang telah dilakukan belum memberikan titik temu bagi pihak-pihak yang bersengketa.
Ketua DPD HIPSI Tasikmalaya, H. Ade Irawan, menyampaikan kekecewaannya terhadap proses penyelesaian yang berjalan. Ia menilai pihak Bank Mandiri terkesan tidak mengambil tanggung jawab secara memadai dalam persoalan tersebut.
Ade menegaskan bahwa HIPSI Tasikmalaya berencana menggelar aksi unjuk rasa pada Senin mendatang dengan mendatangi dua lokasi, yakni Kantor Cabang Bank Mandiri dan kantor OJK. Aksi tersebut ditujukan untuk meminta penjelasan mengenai penyelesaian persoalan dana talang sekaligus mempertanyakan fungsi pengawasan terhadap permasalahan yang dilaporkan.
HIPSI Akan Kawal Laporan ke Polres
Selain berencana menggelar aksi di dua lokasi tersebut, HIPSI Tasikmalaya juga menyatakan akan mengawal proses penyampaian laporan resmi kepada kepolisian.
Ade Irawan menjelaskan bahwa setelah aksi di Kantor Bank Mandiri dan OJK, pihaknya akan mengawal langsung laporan resmi tersebut ke Polres.
Langkah ini, menurut pernyataannya, menjadi bagian dari upaya untuk mendorong kejelasan penanganan perkara serta meminta pertanggungjawaban melalui jalur yang tersedia.
Hingga berita ini disusun, persoalan pengembalian dana Rp6,85 miliar tersebut masih menunggu penyelesaian. Keterangan mengenai dugaan keterlibatan oknum pejabat bank dan penilaian terhadap sikap pihak bank merupakan bagian dari pengaduan yang disampaikan korban dan HIPSI, sehingga tanggapan resmi pihak terkait tetap diperlukan.
Publik kini menantikan penjelasan dari manajemen Bank Mandiri dan OJK, termasuk perkembangan upaya penyelesaian serta tindak lanjut terhadap pengaduan nasabah tersebut.
Dari Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Reporter Heri Heryanto melaporkan untuk Salira TV.
Editor: P. Pirmansyah
















