SALIRA TV | JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) mengutuk keras penangkapan jurnalis dan warga sipil Indonesia oleh Militer Angkatan Laut Israel atau Israel Navy di perairan Laut Gaza.
Peristiwa tersebut terjadi saat rombongan Global Sumud Flotilla 2.0 membawa bantuan kemanusiaan berupa makanan dan obat-obatan untuk masyarakat Palestina di Gaza. Informasi itu diterima DPP AWDI melalui surat pernyataan sikap Dewan Pers Nomor 05/P-DP/V/2026 pada Senin, 18 Mei 2026.
Ketua Umum DPP AWDI menilai tindakan Israel Navy merupakan pelanggaran kemanusiaan internasional karena mencegat kapal bantuan sipil di wilayah perairan internasional.
Kronologi Penangkapan di Laut Gaza
Berdasarkan informasi yang diterima dari Dewan Pers, armada Global Sumud Flotilla berangkat dari Kota Marmaris, Turki, pada Kamis, 14 Mei 2026. Armada tersebut terdiri dari 54 kapal dengan awak yang berasal dari 74 negara.
Misi kemanusiaan itu membawa bantuan logistik berupa makanan dan obat-obatan untuk warga Gaza yang terdampak konflik berkepanjangan.
Saat armada memasuki perairan internasional dan berada sekitar 310 mil laut dari Gaza, kapal-kapal tersebut dicegat oleh Israel Navy. Dalam insiden itu, sejumlah warga sipil Indonesia dan jurnalis ikut diamankan.
Jurnalis Indonesia yang berada di dalam kapal di antaranya Bambang Noroyono, Thoudy Baday, Rifan Bilah, Andre Prasetyo, dan Nugroho. Mereka berasal dari media Republika dan Tempo TV serta tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).
Selain jurnalis, terdapat sembilan warga sipil Indonesia yang ikut dalam misi kemanusiaan tersebut.
AWDI Desak Pemerintah Lakukan Langkah Diplomatik
DPP AWDI meminta Pemerintah Indonesia segera melakukan langkah diplomatik untuk membebaskan para jurnalis dan warga sipil Indonesia yang ditangkap.
“Ini merupakan pelanggaran kemanusiaan yang telah dilakukan oleh Militer Laut (Israel Navy).”
AWDI bersama media partner nasional juga menyampaikan rasa prihatin atas insiden tersebut dan berharap pemerintah segera mengambil tindakan cepat demi keselamatan seluruh warga negara Indonesia yang berada di dalam armada bantuan kemanusiaan menuju Gaza.
Reporter: Heri Heryanto
Editor: P. Pirmansyah








