SALIRA TV | KAB. PANGANDARAN – Pembangunan Jembatan Sodongkopo di Kecamatan Cijulang kini menjadi perhatian luas masyarakat Kabupaten Pangandaran. Infrastruktur strategis yang diresmikan dan mulai dirasakan manfaatnya pada tanggal liputan Senin, 6 Januari 2026, ini dinilai bukan hanya sebagai sarana penghubung wilayah pesisir, tetapi juga sebagai penanda kemajuan pembangunan di kawasan Pakidulan.
Jembatan yang membentang megah tersebut menghadirkan kemudahan akses transportasi sekaligus membuka peluang besar bagi penguatan sektor pariwisata dan perekonomian lokal. Kehadirannya disambut antusias oleh berbagai lapisan masyarakat, termasuk tokoh pemuda dan aktivis daerah.
Salah satu apresiasi datang dari Dadi Abidarda, Aktivis Eksponen 96 sekaligus putra daerah Cijulang. Dalam pesan video yang beredar di ruang publik, Dadi secara terbuka menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM, atas terealisasinya pembangunan Jembatan Sodongkopo.
Menurut Dadi, Jembatan Sodongkopo memiliki makna yang lebih luas dibanding sekadar infrastruktur fisik. Ia menilai jembatan tersebut merupakan simbol kemajuan dan bukti nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah selatan Jawa Barat.
“Saya, Dadi Abidarda, Aktivis Eksponen 96 sekaligus warga asli Cijulang, menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi. Jembatan Sodongkopo kini berdiri dengan megah dan menjadi kebanggaan kami,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kemegahan dan desain jembatan tersebut telah menumbuhkan rasa percaya diri masyarakat lokal, sekaligus mengubah wajah kawasan Cijulang menjadi lebih representatif sebagai daerah tujuan wisata.













