Di sisi lain, aksi kemanusiaan ini juga membuka fakta sosial yang memprihatinkan. Owner Durian Kujang yang turut serta dalam kegiatan tersebut mengaku terenyuh melihat kondisi sejumlah warga di Kampung Cisaray yang dinilai belum mendapatkan perhatian maksimal dari pihak terkait.
“Sangat ironis. Saya melihat sendiri kondisi warga di sini. Ada nenek sakit yang tinggal bersama cucunya yang masih balita, makannya pun hanya mengandalkan belas kasihan tetangga. Ke mana peran Pemerintah Desa Margaluyu?” tegas Owner Durian Kujang dengan nada prihatin.
Ia juga menyoroti minimnya respons terhadap warga yang masuk kategori sangat tidak mampu, termasuk seorang anak kecil yang diketahui menderita tumor otak.
“Saya garis bawahi, bantuan dari pihak desa seolah tidak sampai ke mereka yang benar-benar membutuhkan. Terutama untuk anak penderita tumor otak tadi, itu sangat mendesak,” tambahnya.
Kegiatan Jumat Berkah ini ditutup dengan doa bersama di salah satu rumah warga penerima bantuan. Melalui aksi sosial ini, SatBrimob Batalyon D Pelopor dan Durian Kujang berharap dapat menginspirasi berbagai pihak, baik pemerintah maupun pelaku usaha lainnya, agar semakin peka dan responsif terhadap persoalan sosial di lingkungan sekitar.
“Kami tidak akan berhenti di sini. Semoga bantuan kecil ini bisa meringankan beban mereka dan menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap sesama,” tutup Aipda Sukarno.
Reporter: Heri Heryanto
Editor: P. Pirmansyah










