Menu ✖

Otomatis

Video

Krisis Air Bersih di Klumpang, Warga Minta Perhatian Pemerintah

badge-check

SALIRA TV | KAB. MANGGARAI, NUSA TENGGARA TIMUR — Krisis air bersih masih menjadi persoalan yang dihadapi warga Kampung Klumpang, Desa Kajong, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Selama puluhan tahun, masyarakat setempat harus menempuh perjalanan sekitar 500 meter melewati medan berbukit untuk mendapatkan air bersih yang digunakan dalam kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut tidak hanya menyulitkan aktivitas warga, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat serta terbatasnya fasilitas sanitasi dan jamban keluarga di wilayah tersebut.

LPKPK Menindaklanjuti Keluhan Warga

Keluhan mengenai sulitnya akses air minum bersih disampaikan warga kepada Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LPKPK). Mereka berharap aspirasi tersebut dapat diteruskan kepada pemerintah sebagai pihak yang memiliki kewenangan dalam penyediaan infrastruktur dasar.

Pada 7 Juni 2026, Ketua LPKPK Komisi Cabang Kabupaten Manggarai, Stefanus Woket, bersama Sekretaris LPKPK, Yeremias Guntur, mendatangi Kampung Klumpang bersama sejumlah wartawan untuk mendengar langsung kondisi yang dialami masyarakat.

Selanjutnya, pada 21 Juni 2026, keduanya kembali mengunjungi Kampung Klumpang guna memastikan kesiapan masyarakat apabila program pembangunan sarana air bersih direalisasikan. Kunjungan tersebut juga dilakukan untuk meninjau ketersediaan sumber mata air serta kesiapan warga dalam menyediakan lahan yang dibutuhkan.

Dalam kunjungan tersebut, warga memperlihatkan dua sumber mata air yang dinilai berpotensi mendukung kebutuhan masyarakat, yakni Mata Air Wae Wako dan Mata Air Lipang.

Warga Siap Dukung Pembangunan Sarana Air Bersih

Tokoh adat Kampung Klumpang, Marianus Min, yang juga merupakan pemilik lahan di sekitar Mata Air Lipang, menyampaikan bahwa masyarakat berharap pemerintah segera merespons permohonan pembangunan sarana air bersih.

Ia menegaskan warga tidak mempermasalahkan apabila lahan mereka digunakan untuk pembangunan fasilitas tersebut. Menurutnya, yang terpenting adalah tersedianya akses air bersih yang dapat menjangkau seluruh masyarakat Kampung Klumpang.

LPKPK Kawal Usulan Hingga ke Pemerintah

Sementara itu, Ketua LPKPK Komisi Cabang Kabupaten Manggarai, Stefanus Woket, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyampaikan surat kepada Bupati Manggarai dan melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Hasil koordinasi tersebut menyarankan agar Pemerintah Desa Kajong mengajukan permohonan secara tertulis dalam bentuk proposal. Selain itu, proposal juga perlu dilengkapi dengan surat pernyataan pembebasan lahan dari warga yang terdampak.

Stefanus menyampaikan bahwa arahan tersebut telah dikoordinasikan dengan Penjabat Kepala Desa Kajong, Sebastianus Emon, serta masyarakat Kampung Klumpang. Ia juga memastikan LPKPK akan terus mengawal proses pengajuan tersebut hingga mendapatkan tindak lanjut.

Selain pembangunan sarana air minum bersih, warga Kampung Klumpang juga berharap adanya bantuan perbaikan rumah tidak layak huni, pembangunan fasilitas MCK, peningkatan kualitas jalan, serta pembukaan akses jalan usaha tani.

Dari Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, reporter Paulus Nabang melaporkan untuk Salira TV.

Editor: P. Pirmansyah

Read More

Satgas Polda Jabar Gelar Operasi Premanisme di Tasikmalaya

3 Oct 2026 - 13:02 WIB

Satgas Polda Jabar Gelar Operasi Premanisme di Tasikmalaya

Hari Batik Nasional, Maman Royandi Ajak Generasi Muda Cintai Batik

2 Oct 2026 - 17:52 WIB

Hari Batik Nasional, Maman Royandi Ajak Generasi Muda Cintai Batik

63 Prajurit Kodim 0612/Tasikmalaya Naik Pangkat

1 Oct 2026 - 15:55 WIB

63 Prajurit Kodim 0612/Tasikmalaya Naik Pangkat

Hari Kesaktian Pancasila 2026, Kodim 0612 Jaga Persatuan

1 Oct 2026 - 14:16 WIB

Hari Kesaktian Pancasila 2026, Kodim 0612 Jaga Persatuan
Trending on Berita