“Kami ingin memastikan transisi dari Sekolah Dasar (SD) ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) berjalan mulus dan membahagiakan. Fokus utama kami adalah kenyamanan siswa,” ujar Rahmat saat diwawancarai pada Kamis (16/07).
Sebagai bentuk komitmen tersebut, sekolah menerapkan kebijakan anti-perundungan secara tegas. Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menghargai perbedaan, membangun pertemanan yang sehat, serta menjaga sikap saling menghormati selama berada di lingkungan sekolah.
Selain itu, aspek keamanan turut menjadi perhatian utama. Pihak sekolah memperkenalkan berbagai fasilitas keselamatan, mulai dari jalur evakuasi hingga titik kumpul darurat, sehingga siswa memahami prosedur yang harus dilakukan apabila terjadi kondisi darurat.

Jumlah Siswa Baru Meningkat pada Tahun Ini
Tingginya minat masyarakat terhadap SMP Negeri 8 Ciamis tercermin dari meningkatnya jumlah peserta didik baru pada Tahun Ajaran 2026/2027. Tahun ini sekolah menambah jumlah rombongan belajar dari lima menjadi enam rombel dengan total 185 siswa baru.
Rahmat menyampaikan bahwa peningkatan tersebut menjadi bukti kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan pendidikan yang diberikan sekolah.
“Peningkatan jumlah peserta didik baru ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas,” ungkap Rahmat.
Kolaborasi Seluruh Warga Sekolah
Pelaksanaan hari pertama MPLS juga mendapat dukungan penuh dari seluruh unsur sekolah. Guru, tenaga kependidikan, hingga pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) turut berperan aktif dalam menyambut dan mendampingi para peserta didik baru.
Melalui kolaborasi tersebut, pelaksanaan MPLS SMP Negeri 8 Ciamis Tahun 2026 diharapkan mampu memberikan pengalaman pertama yang positif bagi seluruh siswa. Selain mengenalkan lingkungan sekolah, kegiatan ini juga menjadi pondasi untuk membentuk generasi yang berkarakter, berprestasi, serta siap meraih cita-cita di masa depan.









