Menu

Dark Mode

Berita

Owner Durian Kujang Cikoneng Resmi Sandang Gelar Raden dari Keraton Cirebon

badge-check

Owner Durian Kujang Cikoneng Resmi Sandang Gelar Raden dari Keraton Cirebon Perbesar

SALIRA TV | KAB. CIAMIS, JAWA BARAT – Sebuah peristiwa penting yang memadukan dunia usaha dan pelestarian adat terjadi di Tatar Galuh, Kabupaten Ciamis. Pemilik destinasi kuliner Durian Kujang Cikoneng, Raden Wahyu, secara resmi menerima anugerah kehormatan berupa gelar kebangsawanan sekaligus mandat adat dari Keraton Kasepuhan Kesultanan Cirebon, pada Kamis, 29 Januari 2026.

Penganugerahan tersebut tidak bersifat simbolis semata. Berdasarkan Surat Keputusan Anugerah Nomor: 302/KPA-KKC/SS/I/2026, Raden Wahyu ditetapkan sebagai Ketua Pemangku Adat Wilayah Ciamis Raya. Surat keputusan tersebut ditandatangani langsung oleh Gusti Sultan Sepuh Jaenudin II Arianatareja, sebagai bentuk kepercayaan penuh dari Keraton Kasepuhan Cirebon.

Selama ini, Raden Wahyu dikenal luas sebagai pengusaha yang berhasil menggerakkan roda perekonomian lokal melalui usaha Durian Kujang di Desa Kujang, Kecamatan Cikoneng. Namun di balik kiprahnya sebagai pelaku usaha, ia juga memiliki perhatian mendalam terhadap nilai-nilai adat, sejarah, dan warisan leluhur.

Penunjukan tersebut menjadi sorotan publik karena terbilang jarang seorang pengusaha kelahiran tahun 1980 memperoleh mandat adat strategis dari salah satu keraton tertua di Nusantara. Kepercayaan ini menandai pergeseran peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan tradisi di tengah dinamika modernisasi.

Sebagai Ketua Pemangku Adat, Raden Wahyu dibebani tanggung jawab besar yang tertuang dalam 15 poin pakem adat. Beberapa di antaranya mencakup kewajiban menjaga keluhuran adat Kesultanan Cirebon di wilayah Ciamis, memperkuat kepedulian sosial, serta mengupayakan kesejahteraan masyarakat adat secara berkelanjutan.

Mandat tersebut juga menekankan pentingnya perhatian terhadap fakir miskin, anak yatim piatu, serta lansia jompo, sejalan dengan pesan luhur Kanjeng Sunan Gunung Jati:
“Ingsun Titip Tajug Lan Fakir Miskin”.
Selain itu, terdapat amanah untuk mendukung upaya penghijauan di kawasan gunung-gunung gundul demi keseimbangan alam dan kelestarian lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, Raden Wahyu diwajibkan membangun sinergi dengan para ketua adat di tingkat desa guna mensosialisasikan program-program keraton yang berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat Ciamis Raya.

Penunjukan ini dinilai banyak kalangan sebagai langkah strategis yang menjembatani nilai tradisi dengan pendekatan modern. Kehadiran figur pengusaha muda dalam struktur adat diharapkan mampu menghadirkan pola kepemimpinan yang adaptif dan relevan bagi generasi milenial hingga Gen Z.

“Ini bukan soal gagah-gagahan gelar, tapi soal tanggung jawab moral. Bagaimana tatanan adat bisa berdampak nyata pada kesejahteraan warga Ciamis,” ujar salah satu tokoh masyarakat Cikoneng.

Dengan amanah baru tersebut, Raden Wahyu kini mengemban peran ganda. Di satu sisi, ia tetap melanjutkan pengembangan potensi ekonomi lokal melalui sektor kuliner, dan di sisi lain, ia berdiri di garda terdepan dalam menjaga, merawat, dan menghidupkan kembali nilai-nilai adat di tanah Ciamis.

Reporter: Heri Heryanto
Editor: P. Pirmansyah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Read More

Satlantas Polres Karimun Bagikan Helm Operasi Seligi 2026

4 February 2026 - 12:52 WIB

Bupati Ciamis Hadiri Rakornas Presiden Menuju Indonesia Emas

4 February 2026 - 09:34 WIB

Toko Di Dipuakang Diduga Jual Daging Babi Ilegal

3 February 2026 - 12:35 WIB

Disperindag Karimun Disorot Terkait Dugaan Penjualan Produk Impor Tanpa Izin

3 February 2026 - 11:06 WIB

Trending on Berita