SALIRA TV | KAB. CIAMIS, JAWA BARAT — Suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan menyelimuti Kampus 3 Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bangunsirna, Kabupaten Ciamis, pada Kamis, 5 Februari 2026. Pada hari tersebut, Mukercab III NU Ciamis yang dirangkaikan dengan Resepsi Harlah 103 Hijriyah atau 100 Tahun Masehi Nahdlatul Ulama resmi digelar.
Kegiatan akbar ini dihadiri para ulama, pengurus Nahdlatul Ulama, serta tokoh masyarakat dari berbagai latar belakang. Salah satu sosok yang turut menarik perhatian publik adalah kehadiran H. Wahyu, pengusaha lokal sekaligus Owner Durian Kujang Cikoneng.
Sinergi Pengusaha Dan Organisasi Keagamaan
Kehadiran H. Wahyu dalam Mukercab III NU Ciamis mencerminkan kuatnya sinergi antara sektor ekonomi kerakyatan dengan organisasi keagamaan. NU tidak hanya berperan dalam bidang keagamaan dan pendidikan, tetapi juga memiliki potensi besar dalam mendorong kemandirian umat melalui penguatan ekonomi lokal.
Partisipasi tokoh pengusaha daerah menjadi bukti bahwa NU terus membuka ruang kolaborasi lintas sektor demi kemaslahatan masyarakat, khususnya di wilayah Tatar Galuh.

Tema Mukercab III NU Ciamis
Mukercab III NU Ciamis mengusung tema besar “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia.” Agenda ini menjadi forum strategis untuk menyusun arah kebijakan dan program kerja PCNU Kabupaten Ciamis ke depan.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Ciamis, KH. Arief Ismail Chowas, menegaskan bahwa Mukercab bukan sekadar kegiatan rutin organisasi. Momentum ini dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi sekaligus penguatan peran NU dalam menjawab tantangan umat di berbagai sektor kehidupan.
Dukungan Untuk Kemandirian NU
Di sela-sela kegiatan, H. Wahyu menyampaikan apresiasinya atas peran besar NU selama satu abad dalam menjaga persatuan dan membangun peradaban bangsa.















