SALIRA TV | KOTA SURABAYA, JAWA TIMUR — Kelompok lawak legendaris Srimulat kembali menjadi sorotan melalui sebuah pameran budaya yang digelar di area Basement Alun-alun Kota Surabaya. Kegiatan ini menjadi ruang nostalgia sekaligus edukasi sejarah bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat perjalanan dunia komedi Indonesia.
Srimulat dikenal sebagai grup lawak yang dirintis oleh maestro budaya Teguh Slamet Rahardjo di Kota Surakarta pada tahun 1950. Nama Srimulat sendiri diambil dari nama istri Teguh Slamet Rahardjo pada masa awal pendiriannya, yang kemudian berkembang menjadi ikon komedi nasional lintas generasi.
Seiring perjalanan waktu, Srimulat tumbuh pesat dan membuka cabang di berbagai kota besar, seperti Surabaya, Semarang, Yogyakarta, hingga Jakarta. Keberadaannya turut memberi warna tersendiri dalam perkembangan seni pertunjukan lawak di Indonesia.
Pameran bertajuk “Srimulat, Berpacu dalam Komedi dan Melodi” ini berlangsung pada 20 hingga 30 September 2022 dan digelar bekerja sama dengan Museum Gubuk Wayang. Melalui pameran ini, Sahabat dapat menyusuri kembali sejarah panjang Srimulat dari masa ke masa.
Beragam koleksi ditampilkan, mulai dari puluhan miniatur patung para tokoh Srimulat lengkap dengan penjelasan sejarah berdirinya grup, profil pemain awal, poster pertunjukan, hingga naskah cerita. Selain itu, terdapat pula foto dokumentasi, kostum panggung, serta berbagai aksesori yang pernah digunakan para pemain Srimulat.
Pameran ini dibuka untuk umum setiap hari Selasa hingga Minggu, mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB. Sementara itu, setiap hari Senin kawasan Alun-alun Surabaya tidak dibuka untuk publik.
“Setiap hari Senin Alun-alun Surabaya ditutup untuk umum sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah Kota Surabaya,” jelas Abdullah, ASN di Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Surabaya.
Untuk memasuki area basement, pengunjung diwajibkan melakukan pemindaian barcode melalui aplikasi PeduliLindungi sesuai ketentuan yang berlaku.
Pameran ini menjadi kesempatan berharga bagi Sahabat untuk mengenang sekaligus memahami kontribusi besar Srimulat dalam dunia seni dan hiburan Indonesia.
Reporter: Tri Wahyuningsih
Editor: P. Pirmansyah









