SALIRA TV | KOTA TASIKMALAYA, JAWA BARAT — Kasus dugaan pasien RS Hermina Tasikmalaya kabur dari ruang perawatan menjadi perhatian publik. Peristiwa tersebut memicu pertanyaan dari pihak keluarga terkait sistem pengawasan di rumah sakit.
Kejadian ini diketahui pada Jumat, 13 Maret 2026, setelah keluarga pasien menyadari bahwa A. Supriatna tidak lagi berada di ruang perawatan. Kepergian pasien tanpa sepengetahuan keluarga maupun tenaga medis menimbulkan kekhawatiran sekaligus kekecewaan dari pihak keluarga.
Kronologi Dugaan Pasien RS Hermina Tasikmalaya Kabur
Cucu pasien, Candra, menyampaikan bahwa dirinya mengetahui kakeknya sudah tidak berada di ruang perawatan ketika hendak menjenguk. Ia kemudian berusaha mencari informasi kepada petugas rumah sakit.
“Kakek saya dikabarkan kabur dari rumah sakit ini. Saya mempertanyakan, kenapa kok bisa sampai kabur gitu? Apakah di sini tidak ada pengawasan?” ujar Candra dengan nada kecewa.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari petugas keamanan rumah sakit yang memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV), pasien diduga keluar dari area rumah sakit dengan mengenakan pakaian berlengan panjang.
Diduga, A. Supriatna melepas sendiri selang infus yang terpasang sebelum meninggalkan ruangan. Karena tidak terlihat mencurigakan, keberadaannya tidak disadari oleh petugas yang berjaga di pintu keluar.

Keluarga Pertanyakan Sistem Pengawasan Rumah Sakit
Insiden pasien RS Hermina Tasikmalaya kabur ini membuat keluarga mempertanyakan sistem pengawasan di ruang perawatan. Menurut Candra, seharusnya pihak perawat memiliki pemantauan lebih ketat terhadap kondisi pasien.
“Ini saya nilai ya kelalaian pengawasan dari perawat itu sendiri. Karena kalau security mungkin saja tidak tahu, bisa menyangka itu pengunjung atau penunggu pasien. Tapi kalau perawat ruangan, di meja piket harusnya jelas tahu wajah setiap pasiennya,” tegas Candra.
Ia juga mengaku hingga saat ini belum berhasil bertemu dengan kepala ruangan untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut.
Sementara itu, petugas keamanan rumah sakit menyampaikan bahwa pihaknya akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan pimpinan rumah sakit sebelum memberikan keterangan resmi.
Keluarga Harap Pengawasan Pasien Lebih Ditingkatkan
Kasus ini menjadi pengingat penting mengenai standar operasional prosedur (SOP) pengawasan pasien di fasilitas kesehatan. Terutama bagi pasien yang masih menjalani perawatan intensif.
Keluarga berharap pihak rumah sakit dapat meningkatkan sistem pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
“Harapan besar saya ke depannya, tolonglah dalam hal pengawasan pasien, rumah sakit ini lebih ditingkatkan lagi. Jangan sampai kejadian seperti ini terjadi lagi,” pungkas Candra.
Peristiwa dugaan pasien RS Hermina Tasikmalaya kabur ini masih menunggu penjelasan resmi dari pihak manajemen rumah sakit.
Reporter: Tim HIPSI
Editor: P. Pirmansyah










