SALIRA TV | KAB. CIAMIS, JAWA BARAT – Pesantren Kilat SMPN 1 Sindangkasih menjadi salah satu kegiatan unggulan selama Ramadan 2026. Pada Selasa, 4 Maret 2026, suasana religius tampak mewarnai lingkungan sekolah. Kegiatan ini diikuti sekitar 90 persen siswa dari seluruh jenjang kelas sebagai bagian dari pembinaan karakter dan penguatan keimanan.
Program Pesantren Kilat SMPN 1 Sindangkasih dilaksanakan secara terstruktur sejak 23 Februari hingga 13 Maret 2026. Seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX terlibat aktif dalam rangkaian kegiatan keagamaan tersebut.
Iwan Tarsiawan, S.Pd., perwakilan sekolah, menjelaskan bahwa kegiatan Ramadan tahun ini dirancang menyeluruh untuk semua tingkat kelas.
“Kegiatan Ramadan ini diisi dengan Pesantren Kilat yang pesertanya mulai dari kelas 7, 8, dan 9,” ujar Iwan dalam keterangannya.

Kehadiran Siswa Capai 90 Persen
Tingkat partisipasi siswa dalam Pesantren Kilat SMPN 1 Sindangkasih tergolong tinggi. Meski berlangsung di tengah ibadah puasa, semangat siswa tetap terjaga.
“Alhamdulillah, dengan penuh semangat anak-anak, dengan absen yang istilahnya hampir 90 persen anak-anak hadir untuk mengikuti Pesantren Kilat,” tambahnya.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta didik. Selain memperdalam ilmu agama, sanlat juga menjadi ruang pembentukan disiplin dan tanggung jawab.
Kolaborasi Sekolah Dan MUI Sindangkasih
Dalam pelaksanaannya, pihak sekolah tidak hanya mengandalkan guru internal. Empat ustaz dari luar sekolah turut dihadirkan guna memperkaya materi pembelajaran. Bahkan, pembukaan kegiatan dilakukan langsung oleh Ketua MUI Kecamatan Sindangkasih, Haji Gartiwa.
Kolaborasi ini memperkuat kualitas penyampaian materi. Siswa memperoleh wawasan keagamaan yang lebih luas, sekaligus pengalaman belajar yang berbeda dari kegiatan rutin di kelas.

Harapan Untuk Pembentukan Karakter
Melalui Pesantren Kilat SMPN 1 Sindangkasih, sekolah berharap nilai-nilai keislaman tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Lebih dari itu, materi yang diterima diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Mudah-mudahan semua kegiatan dari awal sampai akhir berjalan dengan lancar, kemudian anak-anak bisa menerima materi sebaik-baiknya dan menjadikan bekal untuk mereka dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Iwan.
Dengan dukungan sekolah, tokoh agama, serta tingginya antusiasme siswa, kegiatan ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang berakhlak mulia dan berprestasi.
Reporter: Heri Heryanto
Editor: P. Pirmansyah










