“Insyaallah, mahasiswa telah diperkenalkan dan mendapatkan bekal sebagai konsep pengetahuan baru. Pengalaman selama di Ciamis merupakan laboratorium hidup yang sangat berharga bagi mahasiswa,” katanya.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Ciamis menyampaikan apresiasi kepada Universitas Pasundan yang telah menjadikan Ciamis sebagai lokasi kegiatan riset dan praktik mahasiswa.
Andang berharap hubungan antara Pemkab Ciamis dan Unpas tidak berhenti setelah kegiatan tersebut selesai. Sebaliknya, kerja sama dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan akademik dan pembangunan daerah.
“Kami berharap ke depan mahasiswa Unpas bisa datang lagi ke Ciamis. Kami sangat terbuka. Mudah-mudahan Ciamis bisa menjadi laboratorium hidup dengan berbagai macam dinamika yang ada,” ungkapnya.
Pemkab Ciamis Dorong Kolaborasi dengan Akademisi
Lebih lanjut, Andang menegaskan bahwa hubungan antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Menurutnya, pemerintah membutuhkan dukungan pengetahuan, penelitian, serta gagasan baru dari kalangan akademisi. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah melihat persoalan dari berbagai sudut pandang dan menghasilkan solusi yang lebih tepat.
“Mari kita wujudkan kolaborasi. Kami di pemerintah daerah tanpa pengetahuan baru dari akademisi akan sulit berkembang, begitu juga sebaliknya. Kolaborasi adalah jawaban penting dewasa ini,” tegas Andang.
Ia juga menilai keterlibatan dosen dan mahasiswa dapat memperkaya perspektif pemerintah dalam memahami berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.
“Kita tidak akan bisa bekerja sendiri. Kita perlu bantuan akademisi, para dosen maupun mahasiswa,” pungkasnya.
Kerja Sama Diharapkan Terus Berlanjut
Berakhirnya kegiatan riset dan praktik 90 mahasiswa Unpas di Ciamis diharapkan menjadi awal bagi kerja sama yang lebih luas antara Pemerintah Kabupaten Ciamis dan Universitas Pasundan.















