SALIRA TV | KABUPATEN TASIKMALAYA – Wujud kebersamaan antara TNI, pemerintah kecamatan, dan sektor pertanian kembali tampak nyata di Kecamatan Mangunreja. Demi menjaga kelancaran pasokan air bagi lahan pertanian warga, anggota Koramil 1211/Singaparna, Sersan Kepala (Serka) Rahmat Suhendar, turun langsung melakukan pengecekan menyeluruh terhadap saluran Irigasi Cikalukur di Kampung Cidukang pada Minggu pagi, 12 Oktober 2025.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana gotong royong yang melibatkan Sekretaris Camat (Sekmat) Mangunreja, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), dan Dinas Pengairan setempat. Kolaborasi lintas instansi ini menegaskan komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan sistem irigasi sebagai penopang utama sektor pertanian di wilayah tersebut.
Irigasi Cikalukur, Nadi Kehidupan Pertanian Warga
Saluran Irigasi Cikalukur memegang peran vital sebagai sumber pengairan bagi ratusan hektare sawah di Mangunreja. Karena itu, pemeliharaan rutin menjadi hal penting, terutama menjelang musim tanam atau saat cuaca ekstrem.
“Kelancaran aliran air menjadi penentu keberhasilan panen para petani. Jika ada sumbatan kecil saja, dampaknya bisa besar terhadap pertumbuhan padi dan produktivitas pertanian,” ungkap Serka Rahmat Suhendar di sela kegiatan.
Tim gabungan menelusuri seluruh jalur irigasi sambil memeriksa titik-titik rawan yang berpotensi mengalami hambatan, seperti penumpukan sampah, endapan lumpur, dan rumput liar. Langkah antisipatif ini diambil agar petani tidak mengalami kerugian akibat kekeringan maupun banjir akibat luapan air.
Gotong Royong dan Sinergi Tiga Pilar
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Camat Mangunreja memberikan apresiasi atas inisiatif TNI yang selalu hadir dalam kegiatan sosial dan pertanian. Ia menilai peran Babinsa (Bintara Pembina Desa) sangat penting dalam menjaga keterpaduan antara aparat, petani, dan pemerintah.










