SALIRA TV | KOTA BANJAR, JAWA BARAT – SPPG Kota Banjar resmi mulai beroperasi sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung program pemenuhan gizi nasional. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu memperkuat langkah percepatan penanganan stunting sekaligus mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.
Pada liputan Sabtu, 20 Juni 2026, aktivitas operasional sudah terlihat di lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di Waringinsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat. Fasilitas yang berada di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional Republik Indonesia tersebut bekerja sama dengan Yayasan Bakti Banyu Mili melalui program yang mengusung semboyan “Bakti Banyumili”.
SPPG Kota Banjar Jadi Pusat Pelayanan Gizi Modern
SPPG Kota Banjar dirancang sebagai pusat produksi dan distribusi makanan bergizi dalam skala besar. Keberadaannya menjadi salah satu elemen penting dalam mendukung program makan bergizi gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dari pantauan di lapangan, gedung pelayanan tampak aktif dengan dukungan sarana logistik yang memadai. Sebuah kendaraan distribusi juga terlihat siap mengangkut bahan pangan maupun makanan yang telah diproduksi untuk disalurkan ke berbagai titik layanan.
Fokus pada Pemenuhan Gizi dan Pencegahan Stunting
SPPG Kota Banjar diproyeksikan menjadi salah satu motor penggerak program pemenuhan gizi bagi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di wilayah Kota Banjar dan sekitarnya.
“Ini bukan sekadar dapur umum biasa. Di sini, setiap menu makanan dihitung kecukupan kalori, protein, dan mikronutriennya oleh para ahli gizi. Kami memastikan apa yang sampai ke meja anak-anak kita adalah asupan terbaik untuk menunjang tumbuh kembang otak dan fisik mereka,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Penerapan standar kebersihan, keamanan pangan, dan pengawasan nutrisi dilakukan secara ketat guna memastikan kualitas makanan yang diproduksi tetap terjaga sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal
Selain berkontribusi pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, operasional SPPG Kota Banjar juga diperkirakan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.
Kebutuhan bahan baku harian seperti beras, sayuran, telur, daging ayam, dan ikan segar akan dipenuhi dengan memprioritaskan hasil produksi petani dan peternak lokal. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi yang lebih kuat di tingkat desa dan kecamatan.
“Dengan adanya kepastian pasar dari Badan Gizi Nasional melalui SPPG ini, ekonomi sirkular di tingkat desa akan berputar lebih cepat. Petani kita punya pembeli siaga (offtaker), dan anak-anak kita mendapatkan makanan yang segar langsung dari bumi sendiri,” tambah seorang pengamat kebijakan publik daerah.
Fasilitas ini juga didukung sistem operasional yang terstruktur, mulai dari area penerimaan logistik, ruang penyimpanan dengan suhu terkontrol, ruang produksi makanan berskala besar, hingga pengelolaan limbah yang memperhatikan aspek lingkungan.
Harapan Besar dari Masyarakat
Kehadiran SPPG Kota Banjar mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar. Banyak warga berharap program ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjangkau seluruh kelompok sasaran yang membutuhkan.
“Sebagai orang tua, tentu kami sangat senang. Di tengah harga kebutuhan pokok yang naik, adanya perhatian langsung dari Badan Gizi Nasional melalui unit pelayanan di Banjar ini membuat kami merasa tenang akan masa depan nutrisi anak-anak,” ungkap Siti (34), salah seorang warga setempat.
Dengan mulai beroperasinya SPPG Kota Banjar, harapan terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat semakin besar. Keberhasilan program ini akan menjadi salah satu indikator penting dalam mendukung lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting di masa mendatang.
Reporter: Heri Heryanto
Editor: P. Pirmansyah















