“Kita memang tidak bisa memilih dilahirkan dari siapa dan di mana. Tetapi, kita punya hak penuh untuk memilih kita ingin menjadi apa di masa depan. Kuncinya adalah belajar dan terus mengasah diri, karena Allah SWT berjanji akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu,” tegas Ryano hangat.
Muhammad Ryano juga mengajak seluruh peserta untuk memiliki mimpi besar.
“Kalian adalah apa yang kalian pikirkan. Jadi, miliki pola pikir orang besar agar kelak kalian menjadi orang besar,” tambahnya.
Ia berharap dari lingkungan Pesantren Sulalatul Huda akan lahir generasi yang sukses, baik sebagai pengusaha, ulama maupun prajurit TNI.
Sinergi Berbagai Pihak Perkuat Aksi Sosial
Komandan Yonif TP 939/Macan Putih, Letkol Deddy Setya Wijaya, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara dunia usaha, pemerintah, organisasi kepemudaan, TNI, dan para ulama dalam menghadirkan kegiatan sosial berskala besar tersebut.
Menurutnya, kegiatan santunan kali ini menjadi aksi kemanusiaan ke-20 yang diikuti selama tiga bulan bertugas di Tasikmalaya.
“Baru 3 bulan di sini, sudah 20 kali kami melakukan amal bakti sosial. Ini benar-benar luar biasa. Kalau tidak ada sinergi dengan Gandara Group, kami mungkin bingung apa yang harus dikerjakan di Tasikmalaya,” ujarnya kagum.
Ia juga memberikan semangat kepada anak-anak yatim agar terus mengejar cita-cita.
“Jangan pernah sedih. Banyak sekali anggota TNI yang dulunya juga seorang yatim piatu, tetapi mereka terbukti sukses. Gantungkan cita-cita setinggi langit, iringi dengan doa, dan teruslah melangkah maju,” pesannya menyemangati.
Harapan Agar Kebaikan Terus Berlanjut
Owner Gandara Group, H. Cahya Gandara, menegaskan bahwa kepedulian terhadap anak yatim merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, perhatian dan kasih sayang sangat dibutuhkan agar mereka tetap memiliki semangat dalam meraih masa depan.









