SALIRA TV | KOTA TASIKMALAYA, JAWA BARAT – Warga Kampung Leuwikidang, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, mengeluhkan dugaan pelaksanaan proyek Tembok Penahan Tanah atau TPT yang dinilai tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Keluhan tersebut disampaikan warga saat ditemui di lokasi pada liputan hari Sabtu, 18 Januari 2026.
Ketua RT 03 RW 06 Kampung Leuwikidang, Uher Suherman, mengaku tidak mengetahui secara detail terkait pelaksanaan proyek tersebut. Ia menyebutkan bahwa tidak ada koordinasi langsung yang dilakukan kepadanya sebagai ketua RT.
“Tidak ada koordinasi ke saya, yang menangani langsung hanya Pak RW,” ujar Uher Suherman.
Terkait dugaan ketidaksesuaian proyek TPT, Uher Suherman menjelaskan bahwa pekerjaan tersebut diperkirakan baru terealisasi sekitar 60 persen. Ia menilai masih terdapat sejumlah bagian yang belum diselesaikan dan dirapikan, khususnya pada area yang berada dekat badan jalan.
Sementara itu, Bayu selaku perwakilan masyarakat setempat menyampaikan bahwa hasil pekerjaan proyek TPT tersebut belum sesuai dengan harapan warga.
“Pekerjaannya tidak sesuai dengan yang diharapkan masyarakat,” ungkap Bayu.
Bayu juga menambahkan bahwa pihaknya telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pelaksana proyek. Namun, nomor telepon yang tertera tidak dapat dihubungi karena dalam kondisi tidak aktif.
“Sudah dicoba dikonfirmasi ke pihak proyek, tetapi nomor HP-nya tidak aktif,” terangnya.
Masyarakat berharap agar pihak terkait segera melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap proyek tersebut. Warga menginginkan agar bagian bawah bangunan TPT segera dibenahi dan dirapikan demi keamanan serta kenyamanan lingkungan sekitar.
Reporter: Heri Heryanto
Editor: P. Pirmansyah









