SALIRA TV | KAB. CIAMIS — Peringatan Hari Juang Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) kembali menghadirkan momen refleksi atas sejarah panjang perjuangan bangsa. Tradisi ini senantiasa diisi dengan kegiatan bernuansa historis, salah satunya melalui ziarah ke situs-situs bersejarah sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu.
Pada Kamis, 11 Desember 2025, suasana tenang dan penuh keteduhan menyelimuti kawasan Situs Karangkamulyan, Ciung Wanara, Kabupaten Ciamis. Di antara para prajurit yang mengikuti kegiatan tersebut, tampak Sertu Agus Hadian dari Koramil 1211/Singaparna, Kodim 0610/Tasikmalaya, turut hadir dan larut dalam prosesi ziarah.
Menghayati Semangat Perjuangan di Situs Bersejarah
Dipimpin langsung oleh unsur pimpinan satuan, para prajurit mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh kekhidmatan. Duduk bersila di atas tikar berwarna hijau, mereka mengarahkan pandangan ke situs yang dikenal sebagai pusat penting sejarah Kerajaan Galuh dan legenda Ciung Wanara. Rimbunnya pepohonan di sekitar lokasi menambah nuansa sejuk yang mendukung proses perenungan.
“Ziarah ini bukan sekadar rangkaian kegiatan rutin, tetapi menjadi kesempatan untuk menapak tilas perjalanan para pendahulu. Situs Ciung Wanara menawarkan banyak pelajaran tentang kepemimpinan, persatuan, dan keberanian—nilai-nilai yang sejalan dengan makna Hari Juang TNI AD,” ujar Sertu Agus Hadian.
Hari Juang TNI AD yang diperingati setiap 15 Desember merupakan momentum untuk mengenang Peristiwa Palagan Ambarawa. Melalui kegiatan ziarah ke situs lokal seperti Ciung Wanara, TNI AD ingin menegaskan bahwa spirit perjuangan bangsa sudah tumbuh jauh sebelum kemerdekaan, dan tetap relevan hingga kini.
Nilai Luhur dari Legenda Ciung Wanara
Situs Karangkamulyan merupakan kawasan cagar budaya penting yang sarat cerita tentang Kerajaan Galuh. Di dalamnya terdapat sejumlah petilasan dan makam tua yang diyakini berkaitan erat dengan tokoh legenda Ciung Wanara.
Bagi prajurit TNI AD, legenda tersebut memberikan sejumlah pesan moral, di antaranya:
- Keberanian dan ketegasan, sebagaimana perjuangan melawan ketidakadilan.
- Kecintaan kepada Tanah Air, dengan menjaga keutuhan wilayah dan kedaulatan bangsa.
- Kearifan lokal, sebagai warisan budaya yang membentuk identitas masyarakat.
Kegiatan ziarah ditutup dengan doa bersama dan prosesi tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur serta tokoh-tokoh yang telah berjasa bagi perjalanan bangsa.
Mendorong Kesadaran Publik terhadap Cagar Budaya
Kehadiran prajurit TNI AD di situs-situs bersejarah memberikan dampak positif bagi masyarakat. Selain memperkuat citra TNI AD sebagai institusi yang dekat dan peduli terhadap nilai budaya lokal, kegiatan ini turut mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap pelestarian cagar budaya.
Melalui kegiatan yang diikuti oleh Sertu Agus Hadian dan para prajurit lainnya, tersampaikan pesan penting bahwa semangat Hari Juang TNI AD merupakan milik seluruh rakyat Indonesia. Semangat tersebut tidak hanya diingat, tetapi diwujudkan dalam pengabdian nyata kepada masyarakat dan negara.
Ziarah ke Situs Ciung Wanara oleh Koramil 1211/Singaparna menjadi contoh sinergi antara tradisi militer dan pelestarian warisan budaya, memperkuat identitas kebangsaan sekaligus mengenalkan nilai-nilai sejarah kepada generasi masa kini.
Kontributor/Wartawan: Heri Heryanto










