SALIRA TV | KOTA TASIKMALAYA, JAWA BARAT – Proyek Billboard Lingkar Utara Tasikmalaya kembali menjadi perhatian publik. Ketua Ormas Gibas Sektor Purbaratu, Asep Runil, menyoroti pengawasan dinas serta kinerja pengembang yang mengerjakan proyek tersebut.
Sorotan ini disampaikan setelah Asep Runil melakukan pemantauan langsung di lapangan pada Kamis, 12 Maret 2026. Dalam pengamatannya, ia menilai terdapat sejumlah hal yang perlu diperhatikan agar pembangunan billboard di kawasan tersebut tidak menimbulkan persoalan baru, baik dari sisi tata ruang kota maupun keselamatan masyarakat.
Proyek Billboard Lingkar Utara Tasikmalaya Jadi Sorotan
Menurut Asep Runil, pembangunan billboard di sepanjang Jalan Lingkar Utara Tasikmalaya seharusnya memberikan dampak positif bagi kawasan tersebut. Kehadiran media reklame, lanjutnya, bisa menjadi bagian dari pengembangan ekonomi daerah apabila dikelola secara profesional dan sesuai aturan.
Namun demikian, ia mengingatkan agar proses pengerjaan tidak dilakukan secara sembarangan tanpa pengawasan yang jelas dari instansi terkait.
“Kami mendukung pembangunan dan investasi di Kota Tasikmalaya, khususnya di wilayah Purbaratu. Namun, jangan sampai pengembang bekerja asal-asalan tanpa pengawasan yang jelas dari dinas terkait,” ujar Asep di lokasi proyek.

Perhatian Pada Estetika dan Keamanan
Dalam pernyataannya, Asep Runil menyoroti beberapa aspek penting yang menurutnya perlu mendapat perhatian serius.
Kualitas Konstruksi
Pertama, ia menekankan pentingnya kualitas konstruksi. Fondasi serta struktur billboard harus dibangun sesuai standar teknis agar aman bagi pengguna jalan, terlebih ketika menghadapi cuaca ekstrem.
Legalitas dan Perizinan
Selain itu, aspek legalitas juga menjadi perhatian. Asep mempertanyakan apakah proses koordinasi antara pengembang dan dinas perizinan telah berjalan sesuai dengan ketentuan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
Dampak Lingkungan dan Estetika
Tidak kalah penting, ia juga menilai keberadaan billboard harus memperhatikan estetika kota. Penempatan yang tidak tertata dikhawatirkan dapat menimbulkan kesan semrawut di sepanjang jalur Lingkar Utara.

Pengawasan Dinas Dinilai Perlu Ditingkatkan
Asep Runil juga menekankan bahwa dinas teknis memiliki peran penting dalam memastikan proyek pihak ketiga berjalan sesuai prosedur. Pengawasan yang aktif, menurutnya, menjadi kunci agar pembangunan tetap berada dalam koridor aturan.
“Dinas jangan hanya duduk di belakang meja. Turun ke lapangan, lihat bagaimana progresnya. Jangan sampai setelah ada masalah atau kecelakaan, baru semua sibuk saling lempar tanggung jawab,” tegasnya.
Gibas Purbaratu Siap Kawal Proyek
Sebagai bagian dari kontrol sosial masyarakat, Gibas Sektor Purbaratu menyatakan akan terus memantau perkembangan proyek billboard tersebut.
Asep Runil menegaskan pihaknya siap mengambil langkah lanjutan apabila ditemukan indikasi pelanggaran teknis maupun administratif.
“Kami akan melayangkan surat audiensi jika ditemukan bukti-bukti kuat adanya pelanggaran teknis maupun administratif. Lingkar Utara adalah aset kebanggaan warga Tasikmalaya, jangan dikotori oleh praktik pembangunan yang tidak bertanggung jawab,” tutup Asep.
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak pengembang maupun dinas terkait belum memberikan keterangan resmi terkait kritik yang disampaikan oleh Ketua Gibas Sektor Purbaratu tersebut.
Reporter: Tim HIPSI
Editor: P. Pirmansyah








