SALIRA TV | KOTA BANDUNG, JAWA BARAT – Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman Mayor Infanteri (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Kota Bandung, pada Minggu, 5 April 2026.
Sebanyak 120 personel Komando Pasukan Khusus (Kopassus) hadir memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. Prosesi berlangsung khidmat, diiringi isak tangis keluarga dan kerabat saat jenazah dimasukkan ke liang lahat. Tembakan salvo pun dilepaskan sebagai simbol penghormatan negara atas jasa dan pengabdian almarhum.
Penghormatan Terakhir Untuk Prajurit Terbaik
Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, turut hadir dalam prosesi tersebut. Ia menyampaikan duka mendalam atas kepergian Mayor Zulmi yang dinilai sebagai salah satu prajurit terbaik yang dimiliki TNI.
“Beliau adalah salah satu prajurit terbaik yang dimiliki TNI dan berdinas di Kopassus. Beliau juga almamater saya, karena saya pernah menjabat komandan di sana,” ujar Jenderal Agus Subiyanto.
Menurutnya, rekam jejak almarhum selama bertugas sangat gemilang. Mayor Zulmi dikenal kerap meraih berbagai penghargaan atas keberhasilan dalam menjalankan tugas-tugasnya. Prestasi tersebut menjadi dasar penugasannya dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon.

TNI Pastikan Hak Keluarga Terpenuhi
Sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian almarhum, Panglima TNI menegaskan bahwa negara akan memastikan seluruh hak keluarga terpenuhi dengan cepat.
Rincian Santunan Untuk Keluarga
” Kami juga menyiapkan hak-hak yang harus diterima prajurit yang gugur. Di antaranya ada santunan dari PBB, selain itu ada juga santunan dari santunan risiko kematian khusus Rp450 juta. Asuransi, beasiswa sejumlah Rp30 juta per anak dan santunan kematian. Totalnya Rp1,2 miliar,” ujar Agus.















