SALIRA TV | KAB. CIAMIS, JAWA BARAT — Pemerintah Desa Sukaresik, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, terus mendorong peningkatan infrastruktur sebagai bagian dari upaya memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat. Salah satu program yang telah direalisasikan ialah pembangunan jalan desa Sukaresik sepanjang 313 meter.
Pembangunan tersebut menjadi salah satu perhatian pemerintah desa karena keberadaan jalan yang layak dinilai penting untuk menunjang mobilitas warga. Selain itu, akses yang semakin baik diharapkan dapat membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi sekaligus mendukung perkembangan sektor wisata di wilayah desa.
Berdasarkan liputan Salira TV pada Selasa, 11 Agustus 2026, pembangunan jalan tersebut telah memasuki tahap penyelesaian. Jalan memiliki lebar sekitar 4 meter dengan anggaran lebih dari Rp181 juta yang bersumber dari Dana Desa.
Jalan Desa Sukaresik Jadi Program Prioritas
Kepala Desa Sukaresik, Kosim, menjelaskan bahwa pembangunan jalan tersebut merupakan bagian dari program yang sebelumnya telah dibahas dan ditetapkan melalui perencanaan pemerintah desa.
“Pembangunan jalan ini merupakan program prioritas yang dihasilkan melalui Musyawarah Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun 2025,” ujar Kosim saat ditemui di kediamannya.
Realisasi pembangunan ini diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam menunjang aktivitas sehari-hari. Jalan yang lebih baik juga dapat membantu memperlancar pergerakan masyarakat serta distribusi berbagai kebutuhan dan hasil kegiatan ekonomi desa.

Kendaraan Masih Dibatasi Selama Masa Pengeringan
Meski pembangunan telah selesai dikerjakan, pemerintah desa masih menerapkan pembatasan terhadap kendaraan tertentu. Kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas konstruksi jalan, terutama karena material beton masih membutuhkan waktu untuk mencapai kekuatan yang optimal.
Untuk kendaraan roda dua, akses sudah dapat digunakan setelah melewati masa pengerjaan lebih dari 10 hari. Sementara itu, kendaraan roda empat masih dibatasi dan direncanakan dapat melintas secara bertahap setelah kondisi jalan dinilai cukup kuat.
“Untuk kendaraan roda empat yang berukuran kecil, kemungkinan dalam satu minggu ke depan sudah bisa melintas. Namun untuk kendaraan berdaya angkut besar atau tonase tinggi, kita batasi dulu agar kondisi jalan tidak cepat rusak karena materialnya masih butuh waktu untuk benar-benar mengeras,” tambah Kosim.
Pembatasan tersebut menjadi langkah antisipasi agar konstruksi jalan yang baru dibangun tidak mengalami kerusakan akibat beban kendaraan yang terlalu berat. Dengan demikian, infrastruktur yang telah menggunakan anggaran desa tersebut diharapkan dapat memiliki usia manfaat yang lebih panjang.
Jalan Desa Sukaresik Dukung Wisata Cireong
Pembangunan jalan desa Sukaresik tidak hanya diarahkan untuk menunjang mobilitas masyarakat. Pemerintah desa juga melihat adanya peluang untuk meningkatkan akses menuju potensi wisata yang berada di kawasan tersebut.
Salah satu destinasi yang diharapkan ikut mendapatkan dampak positif dari peningkatan akses jalan adalah Wisata Alam Sungai Cireong. Jalan yang lebih nyaman dan representatif diharapkan dapat mempermudah perjalanan masyarakat maupun wisatawan menuju kawasan wisata.
“Harapan kami, akses jalan yang baru ini dapat memperlancar kegiatan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan animo wisatawan yang ingin berkunjung ke Wisata Alam Sungai Cireong,” pungkasnya.
Dengan tersedianya akses jalan yang semakin baik, Pemerintah Desa Sukaresik optimistis aktivitas masyarakat dapat berjalan lebih lancar. Pada saat yang sama, peningkatan infrastruktur tersebut diharapkan menjadi salah satu faktor pendukung bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan semakin dikenalnya potensi wisata Sungai Cireong.
Pembangunan jalan ini pun menjadi bagian dari upaya pemerintah desa dalam memanfaatkan Dana Desa untuk kebutuhan pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Reporter: Heri Heryanto
Editor: P. Pirmansyah















