SALIRA TV | KAB. LEBAK, BANTEN — Peringatan Hardiknas 2026 SMAN 2 Muncang menjadi momentum penting untuk menegaskan arah pendidikan yang adaptif dan berkarakter. Dalam kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (2/5/2026), sekolah ini menekankan pentingnya inovasi dan integritas sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi masa depan.
Transformasi Pendidikan Di Era Digital
Suasana peringatan berlangsung khidmat sekaligus penuh semangat perubahan. Seluruh elemen sekolah diajak untuk tidak sekadar mengenang sejarah pendidikan, tetapi juga berani melakukan transformasi sesuai perkembangan zaman.
Kepala SMAN 2 Muncang, Jemi Nurhadi, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa dunia pendidikan saat ini bergerak sangat cepat. Oleh karena itu, sekolah dituntut untuk terus beradaptasi dan tidak terjebak dalam zona nyaman.
“Pendidikan tidak bisa berjalan di tempat. Kita harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, metode pembelajaran modern, serta kebutuhan kompetensi abad ke-21. Inovasi harus hadir di setiap lini, mulai dari cara mengajar, penggunaan media pembelajaran, hingga pola interaksi antara guru dan siswa,” tegasnya.
Inovasi Pembelajaran Dan Peran Guru
Lebih lanjut, inovasi yang diterapkan tidak hanya berfokus pada penggunaan teknologi, tetapi juga perubahan cara berpikir dalam proses belajar. Siswa didorong untuk lebih kritis, kreatif, dan mandiri.
“Guru dituntut untuk terus belajar dan berkembang. Kami mendorong para pendidik untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak monoton, melainkan interaktif, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan nyata siswa. Dengan begitu, siswa tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu mengaplikasikannya,” lanjutnya.
Salah satu pendekatan yang diterapkan adalah metode Project-Based Learning (PjBL). Metode ini dinilai mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran.















