SALIRA TV | KOTA TASIKMALAYA, JAWA BARAT – Pada Jumat, 19 Juni 2026, suasana khidmat mewarnai Kampung Sindanggalih RT 02 RW 02, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya. Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih Tamansari resmi dimulai melalui kegiatan syukuran dan doa bersama yang melibatkan masyarakat, unsur TNI, pemerintah, serta tokoh agama.
Sejak awal kegiatan, warga menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka tidak hanya menyaksikan, tetapi juga terlibat dalam rangkaian acara yang menjadi simbol dimulainya pembangunan infrastruktur penting penghubung dua kampung tersebut.
Awal Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih Tamansari Diresmikan
Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih Tamansari ditandai dengan doa bersama yang berlangsung penuh kekhusyukan. Jembatan ini nantinya akan menghubungkan Kampung Sindanggalih dan Kampung Sukawargi, yang selama ini menjadi jalur penting aktivitas harian warga, baik untuk mobilitas ekonomi maupun sosial.
Acara pembukaan dipandu oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), yaitu Seli Rahmawati, Intan Nurbintang H, dan Bayu Hermawan. Suasana religius semakin terasa saat pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadzah Dedeh, dilanjutkan dengan tawasulan serta doa bersama yang dipimpin KH Mumu Abdul Munir.
Sejumlah unsur TNI turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Pabung Kodim 0612/Tasikmalaya yang mewakili Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han, Danramil 1209/Cibeureum Kapten Inf Andri Mulyono, serta Mayor Inf Evi Mulyana yang juga ikut hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut. Kehadiran unsur TNI ini menegaskan kuatnya sinergi antara aparat dan masyarakat dalam pembangunan wilayah.
Pabung Kodim 0612/Tasikmalaya menegaskan bahwa pembangunan berbasis kolaborasi merupakan kekuatan utama dalam mewujudkan infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Sementara itu, Danramil 1209/Cibeureum Kapten Inf Andri Mulyono mengapresiasi partisipasi warga yang aktif dan menunjukkan semangat gotong royong.















