SALIRA TV | KOTA TASIKMALAYA, JAWA BARAT — Pada Liputan Minggu, 01 Maret 2026, Kondisi memprihatinkan terjadi di Salah-satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG di Kota Tasikmalaya. Hingga awal Maret ini, SPPG tersebut belum beroperasi dan puluhan karyawan berada dalam ketidakpastian.
Fakta ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Program pemenuhan gizi yang seharusnya berjalan untuk mendukung kebutuhan anak-anak justru terhenti tanpa kejelasan.
Operasional Dapur SPPG Nagarasari Terhenti
Penghentian operasional terjadi di dapur SPPG yang berlokasi di Nagarasari, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Fasilitas yang sebelumnya menjadi pusat aktivitas pemenuhan gizi kini tidak lagi berjalan.
Padahal, investasi peralatan dapur disebut mencapai hampir 1 miliar rupiah. Nilai tersebut menjadi sorotan, mengingat seluruh fasilitas kini tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya.
Situasi ini berdampak langsung terhadap para pekerja. Sebagian besar merupakan warga lokal yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas dapur tersebut.
Keluhan Mitra dan Karyawan
Sejumlah mitra dan karyawan menyampaikan kekecewaan. Salah satunya Ibu Nia, mitra SPPG, yang menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung program Presiden Prabowo. Namun ia mengaku kecewa karena persoalan peralihan yayasan berlangsung berbulan-bulan tanpa kejelasan.
Ia menjelaskan bahwa karyawan mulai ditagih cicilan kendaraan. Bahkan, beberapa di antaranya mendatangi rumahnya setiap hari dengan harapan dapur kembali beroperasi. Menurutnya, kondisi tersebut sangat memprihatinkan bagi para pekerja yang bergantung pada penghasilan harian.
Polemik Peralihan Yayasan
Informasi yang beredar menyebutkan adanya kebuntuan dalam proses pergantian yayasan pengelola. Hingga berita ini ditayangkan, belum ada pernyataan resmi yang memberikan penjelasan menyeluruh terkait alasan penghentian operasional.
Situasi ini memunculkan pertanyaan publik. Mengapa proses administrasi dan peralihan yayasan berdampak pada kelangsungan program yang menyangkut kebutuhan gizi anak-anak?
Masyarakat berharap pemerintah pusat segera turun tangan. Selain untuk menyelamatkan aset bernilai miliaran rupiah, langkah cepat juga dibutuhkan demi memberikan kepastian bagi puluhan karyawan yang terdampak.
Dari Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, reporter Heri Heryanto melaporkan untuk Salira TV.
Editor: P. Pirmansyah








