SALIRA TV | KAB. CIAMIS, JAWA BARAT — Dugaan skandal yang menyeret Kepala Desa Margaluyu, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, tengah menjadi perhatian luas masyarakat. Peristiwa ini mencuat setelah adanya laporan warga terkait dugaan perilaku tidak pantas antara kepala desa berinisial H dengan seorang oknum guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) berinisial R.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan rest area wilayah Tasikmalaya dan diketahui publik pada pertengahan pekan ini. Informasi yang beredar dengan cepat memicu reaksi keras dari warga Desa Margaluyu, yang mempertanyakan etika serta integritas pimpinan desa mereka.
Kronologi Kejadian Di Rest Area Tasikmalaya
Dugaan skandal Kades Margaluyu ini pertama kali terungkap dari kesaksian seorang warga bernama Irman Romansyah. Ia mengaku menyaksikan langsung kejadian tersebut saat singgah di sebuah masjid rest area untuk menunaikan ibadah salat.
Usai melaksanakan salat, Irman mengaku melihat sebuah mobil terparkir di area sekitar masjid. Dari dalam kendaraan tersebut, ia menyaksikan pemandangan yang menurutnya tidak pantas dilakukan oleh seorang pejabat publik desa.
“Saya lihat ada pasangan sedang bermesraan layaknya suami istri. Begitu saya dekati, ternyata Pak Kades bersama Ibu R. Saya langsung tegur, ‘Pak Kades sedang apa malam-malam begini? Ayo pulang!'” ujar Irman.
Kesaksian tersebut kemudian menyebar luas dan menjadi pemicu utama kegaduhan di tengah masyarakat.

Klarifikasi Guru MI Soal Tuduhan Bermesraan
Menanggapi isu yang berkembang, R yang diketahui merupakan guru kelas 3 di salah satu MI di Kecamatan Cikoneng akhirnya memberikan penjelasan. Ia membantah tudingan bahwa dirinya sengaja bermesraan atau bersandar di bahu Kepala Desa Margaluyu.









