Menu ✖

Otomatis

Berita

ESDM Kaltara Tekankan Good Mining Practices dalam Pengelolaan Tambang

badge-check

ESDM Kaltara Tekankan Good Mining Practices dalam Pengelolaan Tambang Perbesar

SALIRA TV | TANJUNG SELOR, KALIMANTAN UTARA – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Utara terus mendorong penerapan Good Mining Practices atau praktik pertambangan yang baik dalam seluruh aktivitas pengelolaan tambang. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kegiatan pertambangan berjalan sesuai regulasi, memperhatikan keselamatan kerja, serta menjaga kelestarian lingkungan dan kepentingan masyarakat.

Dalam liputan Kamis, 1 Oktober 2026, Kepala Dinas ESDM Kalimantan Utara, Dr. Ferdy Manurun Tanduklangi, menegaskan bahwa pengelolaan sektor pertambangan tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi. Sebaliknya, setiap kegiatan harus memperhatikan prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

Menurutnya, penerapan praktik pertambangan yang baik menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga keberlangsungan sektor mineral dan batubara di Kalimantan Utara. Oleh karena itu, seluruh tahapan kegiatan pertambangan harus mengikuti ketentuan yang berlaku, mulai dari proses perizinan, eksplorasi, operasi produksi, hingga reklamasi dan pascatambang.

“Pengelolaan mineral dan batubara tidak sekadar mengejar target investasi atau kontribusi ekonomi, tetapi bagaimana memastikan setiap tahapan kegiatan pertambangan memenuhi ketentuan dan standar yang berlaku,” kata Ferdy, Kamis (1/10/2026)

Pengawasan dan Perlindungan Lingkungan Menjadi Prioritas

Ferdy menjelaskan, pengawasan terhadap perusahaan tambang memiliki peran penting dalam memastikan seluruh kewajiban dilaksanakan secara bertanggung jawab. Pemerintah daerah juga terus mendorong kepatuhan perusahaan terhadap dokumen lingkungan serta penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja atau K3.

Hal tersebut menjadi perhatian serius karena aktivitas pertambangan berpotensi menimbulkan perubahan terhadap kondisi lingkungan dan wilayah di sekitarnya. Dengan demikian, pengelolaan dampak lingkungan perlu dilakukan sejak tahap awal kegiatan, bukan hanya ketika proses produksi berlangsung.

“ Aspek lingkungan menjadi perhatian karena kegiatan pertambangan memiliki potensi memberikan perubahan terhadap kondisi wilayah di sekitar area operasi. Karena itu, pengelolaan dampak lingkungan harus dilakukan sejak awal dan tidak berhenti ketika kegiatan produksi selesai,” jelas Ferdy.

Selain pengawasan operasional, ESDM Kaltara juga menaruh perhatian terhadap kewajiban reklamasi dan pascatambang. Perusahaan pertambangan diharapkan menjalankan tanggung jawab tersebut sesuai ketentuan agar lahan yang telah digunakan dapat dipulihkan.

“Langkah ini diperlukan agar lahan bekas tambang dapat ditata dan dipulihkan sesuai ketentuan,” tegasnya.

Libatkan Masyarakat dan Dorong Pemanfaatan Teknologi

Penerapan Good Mining Practices juga tidak terlepas dari keterlibatan masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah pertambangan. Komunikasi dan konsultasi dengan warga dinilai penting untuk membangun pemahaman bersama sekaligus mengantisipasi kemungkinan munculnya persoalan sosial akibat aktivitas pertambangan.

Di samping itu, pemerintah daerah mendorong perusahaan untuk memanfaatkan perkembangan teknologi dalam kegiatan operasional. Penggunaan teknologi yang lebih efisien dan ramah lingkungan diharapkan mampu mengurangi dampak negatif pertambangan sekaligus meningkatkan produktivitas perusahaan.

“Prinsipnya, kita ingin kegiatan pertambangan memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat, tetapi tetap menjaga keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Data Pertambangan Akurat untuk Tata Kelola Berkelanjutan

Lebih lanjut, Ferdy menyampaikan bahwa pengelolaan sektor pertambangan yang baik juga membutuhkan dukungan data sumber daya mineral dan batubara yang akurat. Data tersebut menjadi landasan penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan, memperkuat pengawasan, serta menentukan arah pengembangan sektor pertambangan di masa mendatang.

“Dengan pendekatan itu, ESDM Kaltara berupaya menempatkan sektor pertambangan dalam kerangka pembangunan yang lebih berkelanjutan,” tuturnya.

Ia menambahkan, pemanfaatan sumber daya alam tetap diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, pencapaian tersebut harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap peraturan serta perlindungan lingkungan.

“Penerapan good mining practices pada akhirnya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga pelaku usaha dan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengelolaan sumber daya mineral dan batubara di Kaltara”, pungkasnya.

Dengan penguatan pengawasan, keterlibatan masyarakat, pemanfaatan teknologi, serta kepatuhan terhadap regulasi, ESDM Kalimantan Utara berharap sektor pertambangan dapat memberikan kontribusi ekonomi yang optimal tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Editor: P. Pirmansyah

Read More

Danal Pemuda Pelopor Kalbar 2026, Dorong Inovasi Daerah

5 Nov 2026 - 20:37 WIB

Danal Pemuda Pelopor Kalbar 2026, Dorong Inovasi Daerah

Boikot Raffi Ahmad Memanas, RANS Carnival Ikut Terdampak

5 Nov 2026 - 07:41 WIB

Boikot Raffi Ahmad Memanas, RANS Carnival Ikut Terdampak

ESDM Kaltara Dukung Program Pengawal Energi 2026, Pengawasan BBM Diperketat

3 Nov 2026 - 10:17 WIB

ESDM Kaltara Dukung Program Pengawal Energi 2026, Pengawasan BBM Diperketat

ESDM Kaltara Petakan Kebutuhan BBM Bersubsidi, Tunggu Data Pertamina

3 Nov 2026 - 10:09 WIB

ESDM Kaltara Petakan Kebutuhan BBM Bersubsidi, Tunggu Data Pertamina
Trending on Advertorial