SALIRA TV | KAB. BULUNGAN, KALIMANTAN UTARA – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Utara terus mendorong pemanfaatan energi terbarukan untuk memperluas akses listrik, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pedalaman dan perbatasan.
Dalam liputan yang diterbitkan pada 30 Juni 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menyoroti pentingnya pemerataan layanan listrik agar seluruh masyarakat dapat menikmati energi secara memadai. Upaya ini menjadi perhatian karena keberadaan jaringan listrik di suatu desa belum tentu menjamin seluruh rumah tangga memperoleh sambungan listrik.
Kepala Dinas ESDM Kaltara, Dr. Ferdy Manurun Tanduklangi, S.E., M.Si., mengungkapkan bahwa masih terdapat kesenjangan antara angka rasio elektrifikasi yang dirilis PT PLN (Persero) dan kondisi pelayanan listrik yang dirasakan masyarakat secara langsung.
Berdasarkan pemetaan Pemerintah Provinsi Kaltara, tingkat pelayanan listrik diperkirakan baru menjangkau sekitar 61 persen penduduk.
“Yang menjadi perhatian kami bukan hanya angka rasio elektrifikasi, tetapi berapa banyak masyarakat yang benar-benar menikmati listrik setiap hari. Itu yang harus menjadi ukuran keberhasilan pelayanan,” ujarnya.
ESDM Kaltara Dorong Pemerataan Listrik di Wilayah Terpencil
Ferdy menjelaskan, penetapan status desa berlistrik belum sepenuhnya menggambarkan kondisi sebenarnya. Sebab, masih ada desa yang hanya sebagian kecil rumah tangganya memperoleh sambungan listrik.
“Kalau dalam satu desa masih sedikit rumah yang menikmati listrik, tentu kebutuhan masyarakat secara keseluruhan belum terpenuhi. Karena itu kami berharap indikator pelayanan dapat lebih menggambarkan kondisi riil di lapangan,” katanya.
Di sisi lain, pemerataan listrik di Kalimantan Utara menghadapi tantangan geografis yang cukup besar. Wilayah yang luas, medan yang sulit, serta jarak antarpemukiman membuat pembangunan jaringan listrik konvensional membutuhkan biaya investasi tinggi.
“Di beberapa wilayah pedalaman jumlah penduduk relatif sedikit dan jarak antarkampung cukup jauh. Kondisi ini membuat pembangunan jaringan listrik menjadi lebih kompleks,” jelasnya.
Situasi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk mempertimbangkan alternatif penyediaan energi yang sesuai dengan karakteristik setiap wilayah.
Energi Terbarukan Jadi Alternatif Perluasan Akses Listrik
Untuk mengatasi kendala tersebut, Dinas ESDM Kaltara mendorong pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT). Pemanfaatannya akan disesuaikan dengan potensi sumber daya alam yang tersedia di masing-masing daerah.
Wilayah dengan paparan sinar matahari yang memadai dapat memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Sementara itu, kawasan yang memiliki aliran sungai berpotensi mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH).
Adapun daerah yang memiliki potensi angin dapat mempertimbangkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).
“Setiap wilayah memiliki karakteristik yang berbeda. Karena itu solusi penyediaan listrik juga harus disesuaikan dengan potensi sumber daya yang dimiliki daerah tersebut,” ungkapnya.
Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di daerah yang sulit dijangkau jaringan konvensional. Selain itu, pemanfaatan sumber energi lokal dapat mendukung penyediaan listrik sesuai kondisi geografis setempat.
Pemprov Kaltara Perkuat Kolaborasi untuk Pemerataan Listrik
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara juga menegaskan pentingnya kerja sama dengan pemerintah pusat, PT PLN (Persero), dan para pemangku kepentingan lainnya.
Kolaborasi tersebut diperlukan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan, terutama di kawasan perbatasan dan wilayah terluar yang masih menghadapi keterbatasan layanan.
Ferdy menegaskan bahwa pembangunan sektor kelistrikan harus berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat. Dengan demikian, keberhasilan program tidak hanya dilihat dari peningkatan angka elektrifikasi, tetapi juga dari semakin banyaknya warga yang memperoleh akses listrik secara layak.
“Pembangunan sektor kelistrikan harus berorientasi pada pelayanan masyarakat. Target akhirnya bukan sekadar meningkatkan angka statistik, tetapi memastikan seluruh warga Kalimantan Utara, termasuk yang tinggal di pedalaman dan perbatasan, dapat menikmati listrik yang layak untuk mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan,” pungkasnya.
Melalui pengembangan energi terbarukan dan penguatan koordinasi lintas sektor, Pemprov Kaltara berharap pemerataan akses listrik dapat terus ditingkatkan. Kehadiran listrik yang memadai diharapkan mampu menunjang kegiatan ekonomi, mendukung proses pendidikan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di pedalaman dan perbatasan Kalimantan Utara.
Editor: P. Pirmansyah
















