Suasana halaman MTsN 9 Ciamis pada hari itu pun tampak didominasi ibu-ibu dengan busana rapi. Spanduk kegiatan sekolah menjadi latar kerumunan wali murid, sementara kehadiran kaum ayah terlihat sangat minim. Sejumlah ibu menyampaikan bahwa suami mereka tidak dapat meninggalkan pekerjaan, baik karena sedang bekerja di luar kota, di sawah, maupun di sektor lain yang menuntut kehadiran penuh.
Padahal, melalui Surat Edaran Nomor: 100.3.4.2/1.905/Dppkbpppa/2025, pemerintah daerah menargetkan tiga tujuan utama, yakni mempererat hubungan emosional ayah dan anak, meningkatkan semangat belajar siswa, serta membuka komunikasi langsung antara ayah dan pihak sekolah.
Fenomena di MTsN 9 Ciamis menjadi gambaran bahwa kebijakan sosial membutuhkan pendekatan yang lebih adaptif terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Tanpa skema yang fleksibel bagi pekerja non-formal, gerakan tersebut berpotensi hanya efektif bagi kalangan pekerja kantoran.
Meski demikian, proses pembagian rapor di MTsN 9 Ciamis tetap berjalan tertib dan lancar. Hanya saja, target peningkatan kehadiran ayah sebagaimana diharapkan pemerintah daerah masih belum tercapai secara optimal.
Kontributor/Wartawan: Heri Heryanto















