SALIRA TV | KOTA TASIKMALAYA, JAWA BARAT – IKM Tasikmalaya masjid ikonik menjadi topik utama dalam kegiatan Silaturahmi dan Halal Bihalal Masyarakat Minang Tasikmalaya 1447 H / 2026 M yang digelar pada momen pasca Idulfitri. Acara ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga memperkuat hubungan antarwarga perantau Minang di wilayah Tasikmalaya.
Ketua IKM Tasikmalaya, Syahrial Kota, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk mempererat silaturahmi di antara ratusan kepala keluarga asal Sumatera Barat yang menetap di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.
Rencana Masjid Ikonik Sebagai Investasi Akhirat
Dalam kesempatan tersebut, IKM Tasikmalaya memaparkan rencana pembangunan masjid yang telah disiapkan secara matang. Desain arsitektur dan konsep pembangunan telah tersedia dan siap untuk disosialisasikan kepada masyarakat.
“Kami ingin memaparkan rencana pembangunan masjid kepada seluruh masyarakat. Gambar arsitek dan rancangannya sudah siap. Kami ingin menampung ide, saran, maupun masukan dari warga jika ada yang perlu ditambah atau diubah sebelum kita melangkah lebih jauh,” ujar Syahrial.
Ia menegaskan bahwa pembangunan masjid ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan bentuk investasi akhirat atau amal jariyah bagi masyarakat Minang di perantauan.

Potensi Besar Perantau Minang
Berdasarkan data awal, terdapat sekitar 480 kepala keluarga Minang di Tasikmalaya. Namun, jumlah tersebut diperkirakan bisa mencapai 600 kepala keluarga jika dilakukan pendataan lebih mendalam.
“Jika ditelusuri lebih dalam, jumlahnya bisa mencapai 600 KK. Untuk acara hari ini saja, kami menargetkan kehadiran sekitar 200 hingga 250 orang untuk menyatukan visi,” jelasnya.
Proses Perizinan dan Tahapan Teknis
IKM Tasikmalaya menegaskan bahwa proses pembangunan akan tetap mengikuti aturan yang berlaku. Saat ini, pihak panitia masih menunggu kajian teknis dari tim ahli serta proses pengurusan izin mendirikan bangunan.
“Setelah ini akan ada kajian teknis dari tim teknik sipil. Kami juga tengah mengurus perizinan seperti IMB (Izin Mendirikan Bangunan) dari pemerintah setempat. Kami ingin semuanya berjalan lancar dan sesuai aturan,” tambahnya.
“Harapan kami, masyarakat Minang di perantauan, khususnya di Tasikmalaya, bisa semakin kompak. Ini adalah cita-cita bersama untuk membangun rumah ibadah yang akan menjadi kebanggaan kita semua.”
Kepedulian Sosial untuk Masyarakat Sekitar
Selain membahas pembangunan masjid, kegiatan ini juga diisi dengan aksi sosial berupa santunan kepada anak yatim di lingkungan sekitar. Hal ini menunjukkan komitmen IKM Tasikmalaya dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
Melalui rencana pembangunan masjid ikonik ini, IKM Tasikmalaya berharap dapat memperkuat syiar Islam sekaligus menjaga identitas budaya Minang yang religius di tanah Sunda.
Reporter: Heri Heryanto
Editor: P. Pirmansyah








