“Ini adalah bukti nyata dari kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kehadiran TNI tidak hanya menjaga keamanan negara, tetapi juga hadir membantu kesulitan dengan memenuhi sarana dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Andang menilai jembatan tersebut memiliki fungsi strategis bagi masyarakat karena menjadi jalur penghubung yang lebih dekat. Sebelum jembatan tersedia, warga Desa Sidaharja harus memilih jalur memutar dengan jarak yang lebih jauh atau menyeberangi sungai untuk mencapai sejumlah lokasi.
Kondisi tersebut membuat perjalanan warga membutuhkan waktu dan biaya lebih besar. Selain itu, aktivitas menyeberangi sungai juga memiliki risiko tersendiri, terutama ketika kondisi cuaca dan arus air tidak mendukung.
Dengan hadirnya Jembatan Perintis Garuda, masyarakat kini memiliki akses yang lebih praktis untuk menunjang mobilitas sehari-hari.
“Dengan dibangunnya jembatan ini, selain memperpendek jarak, waktu dan biaya, akses mobilitas warga semakin mudah, lancar serta aman,” ungkapnya.
Diharapkan Dorong Aktivitas Ekonomi
Selain memberikan kemudahan dalam perjalanan, keberadaan Jembatan Perintis Garuda diharapkan membawa dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Akses yang semakin mudah dapat mendukung kegiatan pertanian, pendidikan, perdagangan, serta aktivitas produktif lainnya.
Kemudahan konektivitas juga diharapkan mampu meningkatkan interaksi masyarakat dari kedua wilayah. Dengan demikian, jembatan tidak hanya berfungsi sebagai sarana penghubung secara fisik, tetapi juga dapat mendukung perkembangan sosial dan ekonomi warga.
Sementara itu, Dandim 0613/Ciamis Letkol Inf Antonius Ari Widiono menyampaikan bahwa pembangunan jembatan dapat terlaksana berkat semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat.















