SALIRA TV | KOTA TASIKMALAYA, JAWA BARAT – Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih Tasikmalaya kembali digelorakan melalui aksi langsung di kawasan padat penduduk Cieunteung, Kelurahan Argasari, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya. Kegiatan ini berlangsung pada pagi hari dengan pendekatan yang lebih humanis dan menyentuh masyarakat secara langsung.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tasikmalaya, Drs. Ade Hendar, M.M., turun langsung menyusuri gang-gang sempit untuk memastikan semangat kebangsaan tetap hidup di tengah masyarakat. Ia tidak hanya membagikan bendera, tetapi juga mengedukasi warga mengenai pentingnya simbol negara dalam kehidupan sehari-hari.
Edukasi Nasionalisme Melalui Pendekatan Humanis
Dalam kegiatan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih Tasikmalaya ini, Ade Hendar tampak berinteraksi secara langsung dengan warga tanpa jarak birokrasi yang kaku. Ia mendatangi rumah dan kios warga yang belum memasang bendera merah putih.
Di sela kegiatan, Ade Hendar menyampaikan pesan kebangsaan kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini kami dari Kesbangpol ingin memastikan bahwa semangat kemerdekaan itu hadir di setiap sudut Kota Tasikmalaya, termasuk di Cieunteung ini. Kami tidak ingin warga hanya melihat bendera berkibar di kantor pemerintahan saja, tapi juga di depan rumah mereka masing-masing sebagai wujud cinta tanah air,” ujar Ade Hendar di sela-sela kegiatannya.
Tidak hanya menyerahkan bendera, ia juga membantu warga dalam proses pemasangan serta memberikan penjelasan mengenai cara pengibaran yang benar sesuai aturan.

Respons Positif Warga Cieunteung
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Kang Asep, salah satu warga penerima bendera, mengaku terkejut sekaligus bangga.
“Kaget tadi, kirain ada apa. Ternyata Pak Kaban (Ade Hendar) datang bawakan bendera. Tentu ini sangat memotivasi kami. Kadang kita sibuk kerja sampai lupa hal-hal simbolis tapi penting seperti ini. Terima kasih Pak Ade,” ungkap Asep dengan senyum sumringah.
Sementara itu, Kang Iwan juga memberikan apresiasi terhadap pendekatan yang dilakukan Kesbangpol.
“Beliau tadi edukasi kami dengan bahasa yang enak, tidak menggurui. Jadi kami merasa diingatkan sebagai warga negara yang baik,” tambahnya.
Bagian Dari Gerakan Lebih Luas
Aksi di Cieunteung ini merupakan bagian dari program besar Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih Tasikmalaya yang menyasar wilayah permukiman padat serta pelaku UMKM di seluruh Kota Tasikmalaya.
Menurut Ade Hendar, tujuan utama kegiatan ini adalah membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap nilai kebangsaan, bukan sekadar menjalankan instruksi seremonial.
“Target kita adalah kebersamaan. Kita ingin Kota Tasikmalaya merah putih secara menyeluruh, bukan karena instruksi semata, tapi karena kesadaran hati,” pungkasnya sambil memberikan gestur semangat kepada warga.
Reporter: Heri Heryanto
Editor: P. Pirmansyah








