SALIRA TV | KAB. CIAMIS, JAWA BARAT — Kisah Mang Yana penjual cilok menjadi potret nyata perjuangan hidup di tengah tekanan ekonomi. Pada Jumat, 20 Maret 2026, Yana Mulyana (42), warga Cikoneng, Ciamis, tetap berjuang mengais rezeki demi keluarganya meski penghasilan sangat terbatas.
Mang Yana penjual cilok ini setiap hari berjualan menggunakan gerobak sederhana bertuliskan “CILOK MULYANA”. Ia mulai berkeliling sejak pukul 15.00 WIB hingga tengah malam. Dalam kondisi cuaca yang sering dingin, ia tetap bertahan demi mendapatkan pembeli.
Penghasilan Minim Mang Yana Penjual Cilok
Pendapatan Mang Yana penjual cilok tidak menentu. Dalam sehari, hasil penjualan kotor bisa mencapai Rp90 ribu. Namun setelah dipotong biaya modal dan kebutuhan lainnya, sisa penghasilan sangat kecil.
“Hari ini dapat Rp90 ribu, itu kotor. Kalau sudah dipotong modal dan lain-lain, bersihnya kadang cuma Rp30 ribu, bahkan pernah cuma Rp20 ribu sehari,” ujar Mang Yana dengan suara lirih.
Penghasilan tersebut harus mencukupi kebutuhan keluarga. Ia menanggung istri dan dua anak yang masih sekolah, masing-masing di jenjang SMA dan SD.
Tinggal di Kontrakan Sederhana
Dengan kondisi ekonomi terbatas, Mang Yana penjual cilok bersama keluarganya tinggal di rumah kontrakan sederhana. Biaya sewa yang harus dibayar setiap bulan sebesar Rp150 ribu.
“Ya, dicukup-cukupkan saja. Yang penting anak-anak bisa sekolah. Kadang memang tidak cukup, tapi mau bagaimana lagi, yang penting usaha halal,” tambahnya.
Meski sederhana, tempat tinggal tersebut menjadi saksi perjuangan hidup sehari-hari yang penuh keterbatasan.
Harapan dan Dukungan untuk Mang Yana
Kisah Mang Yana penjual cilok kini mulai menarik perhatian publik. Cerita perjuangannya beredar di media sosial dan mengundang empati masyarakat luas.
Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok, penghasilan Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per hari jelas belum mencukupi standar hidup layak. Namun demikian, semangat Mang Yana tidak pernah surut.
Ia terus berjualan setiap hari, menyusuri jalanan Cikoneng dengan harapan dagangannya laku. Banyak pihak berharap adanya bantuan dari dermawan maupun pemerintah agar usaha Mang Yana dapat berkembang.
Reporter: Heri Heryanto
Editor: P. Pirmansyah










