SALIRA TV | KAB. CIAMIS, JAWA BARAT – Pembangunan irigasi perpompaan di Desa Sukasetia, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, mulai memberikan harapan baru bagi para petani. Proyek yang didanai melalui Bantuan Pemerintah APBN Tahun Anggaran 2026 tersebut diharapkan mampu memperkuat sistem pengairan lahan pertanian sehingga produktivitas hasil panen dapat terus meningkat.
Berdasarkan hasil liputan pada Sabtu, 27 Juni 2026, pekerjaan pembangunan terus berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperkuat infrastruktur pertanian sekaligus mengantisipasi dampak kekeringan saat musim kemarau.
Ketua Kelompok Tani Setia Mukti Sejahtera, Asep, menyampaikan rasa syukur atas pelaksanaan pembangunan tersebut.
“Ketua kelompok Asep mengatakan pekerjaan sudah dilaksanakan mudah mudahan bermanfaat bagi para petani,” ujarnya saat memberikan keterangan kepada awak media.
Bantuan APBN 2026 untuk Infrastruktur Pertanian
Pembangunan irigasi perpompaan merupakan program yang berada di bawah Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian. Proyek ini difokuskan untuk meningkatkan ketersediaan air bagi lahan pertanian agar aktivitas bercocok tanam dapat berlangsung lebih optimal.
Detail Proyek
Kegiatan: Pembangunan Irigasi Perpompaan
Sumber Dana: Bantuan Pemerintah APBN Tahun Anggaran 2026
Nilai Anggaran: Rp155.700.000
Waktu Pelaksanaan: Juni hingga Desember 2026
Pelaksana: Kelompok Tani Setia Mukti Sejahtera, Desa Sukasetia, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis
Melalui anggaran sebesar Rp155,7 juta, pembangunan ini diarahkan untuk menghadirkan sistem pengairan berbasis pompa sehingga distribusi air ke area persawahan dapat berlangsung lebih stabil sepanjang tahun.
Optimisme Petani Menghadapi Musim Tanam
Pelaksanaan pembangunan yang dimulai sejak Juni 2026 berjalan sesuai target. Seluruh anggota Kelompok Tani Setia Mukti Sejahtera turut berpartisipasi dalam proses pembangunan sehingga pekerjaan dapat berlangsung dengan lancar.
Keberadaan irigasi perpompaan dinilai menjadi solusi atas persoalan yang selama ini dihadapi para petani, khususnya ketika pasokan air berkurang saat musim kemarau. Dengan sistem pengairan yang lebih baik, diharapkan kebutuhan air untuk lahan pertanian dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Selain meningkatkan ketersediaan air, pembangunan ini juga diharapkan mampu meningkatkan Indeks Pertanaman (IP), memperluas kesempatan tanam, serta mendorong peningkatan hasil produksi pertanian masyarakat.
Kelompok tani berkomitmen menyelesaikan seluruh pekerjaan hingga akhir masa pelaksanaan pada Desember 2026. Setelah rampung, fasilitas tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dan dipelihara bersama sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh para petani di Desa Sukasetia.
Reporter: Heri Heryanto
Editor: P. Pirmansyah















