SALIRA TV | KAB. CIAMIS, JAWA BARAT – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Ciamis menegaskan pentingnya transformasi peran guru di tengah perkembangan zaman. Guru tidak hanya dituntut mampu mengajar dan mendidik di ruang kelas, tetapi juga harus menunjukkan kapasitas, integritas, serta kompetensi di lingkungan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua PGRI Kabupaten Ciamis, Drs. Edi Rusyana, M.Pd., saat menghadiri kegiatan yang diikuti ratusan tenaga pendidik di Kabupaten Ciamis pada Kamis, 10 Juni 2026. Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh semangat dan menjadi momentum refleksi bagi organisasi profesi guru tersebut.
Bukti Perubahan dan Momentum Evaluasi Organisasi
Menurut Drs. Edi Rusyana, M.Pd., kehadiran dan kebersamaan para guru dalam kegiatan tersebut menjadi indikator positif terhadap perkembangan organisasi PGRI saat ini.
“Ini merupakan sebuah bukti nyata bahwa PGRI ini mesti mulai merasakan sebuah perubahan. Dan kemudian, ini hal yang patut disyukuri, hal yang patut kita evaluasi kedepannya agar lebih baik lagi,” ujar Edi dengan penuh optimisme.
Evaluasi Menjadi Kunci Kemajuan
Ia menegaskan bahwa berbagai capaian yang telah diraih tidak boleh membuat organisasi maupun para anggotanya merasa puas. Sebaliknya, evaluasi berkelanjutan harus terus dilakukan agar kualitas pendidikan dan peran organisasi semakin meningkat.
Melalui evaluasi yang konsisten, PGRI diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan pendidikan yang terus berkembang dari waktu ke waktu.
Guru Harus Tunjukkan Kompetensi di Luar Kelas
Dalam kesempatan tersebut, Edi Rusyana juga menyoroti pentingnya perluasan peran guru di tengah masyarakat. Menurutnya, profesi guru memiliki tanggung jawab yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar menyampaikan materi pelajaran.
“Ini merupakan bukti nyata bahwa guru ini sesungguhnya merupakan sosok yang tidak hanya harus piawai di dalam kelas dalam pembelajaran, tetapi juga harus mampu menunjukkan ekspresi dan kompetensi di luar (kelas),” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi dorongan bagi para pendidik untuk terus mengembangkan potensi diri, berinovasi, serta aktif memberikan kontribusi positif di berbagai bidang kehidupan sosial.
Menjadi Teladan di Mana Pun Berada
PGRI Kabupaten Ciamis menilai bahwa guru harus mampu menghadirkan keteladanan, baik dalam lingkungan pendidikan maupun kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, penguatan kompetensi formal dan nonformal perlu berjalan secara seimbang.
Membangun Sinergi dan Keteladanan Guru
Selain peningkatan kompetensi, PGRI juga menekankan pentingnya membangun hubungan yang harmonis dengan berbagai elemen masyarakat. Kolaborasi yang saling menguntungkan diyakini dapat memperkuat peran guru sebagai agen perubahan.
Edi berharap para guru mampu menjadi sosok yang digugu dan ditiru, baik dalam tugas profesinya maupun dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini merupakan sebuah simbiosis mutualisme dengan siapa pun, bahwa guru akan menjadi insan yang benar-benar bisa diteladani, baik secara formal maupun non-formal. Dan itu tercermin dari sifat, sikap pribadi, tutur kata, dan tingkah laku yang semuanya PGRI untuk para anggotanya menunjukkan hal yang sesungguhnya harus menjadi teladan bagi semua orang,” pungkas Drs. Edi Rusyana, M.Pd.
Dengan komitmen tersebut, PGRI Kabupaten Ciamis berharap para guru terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, serta memperkuat perannya sebagai pilar utama pembangunan sumber daya manusia dan kemajuan bangsa.
Reporter: Heri Heryanto
Editor: P. Pirmansyah









