SALIRA TV | KOTA BANDUNG, JAWA BARAT — Pada Selasa, 17 Maret 2026, kegiatan Itikaf Ramadan Bandung di Masjid Raya Habiburrahman, kawasan PT Dirgantara Indonesia Aerospace, Jalan Pajajaran No. 154, berlangsung meriah.
Sekitar 300 jamaah memadati halaman dan teras depan masjid untuk mengikuti itikaf sepuluh malam terakhir Ramadan 1447 Hijriah. Suasana semakin semarak dengan hadirnya tenda-tenda yang didirikan jamaah di area halaman masjid.

Proses Pendaftaran Dan Kebersamaan Jamaah
Untuk mengikuti kegiatan ini, para jamaah diwajibkan melakukan pendaftaran terlebih dahulu kepada panitia. Proses tersebut meliputi pengisian formulir serta verifikasi identitas melalui KTP.
Menariknya, banyak jamaah yang datang bersama keluarga, termasuk anak-anak. Mereka berasal dari berbagai wilayah, khususnya Kota Bandung dan Cimahi. Kebersamaan ini menciptakan nuansa hangat dan penuh kekeluargaan selama pelaksanaan itikaf.
Selain itu, jamaah diperbolehkan membawa perlengkapan pribadi seperti tenda untuk beristirahat, serta makanan untuk berbuka puasa dan sahur.

Ragam Kegiatan Selama Itikaf Ramadan Bandung
Selama pelaksanaan Itikaf Ramadan Bandung, berbagai kegiatan keagamaan digelar untuk mengisi waktu ibadah. Di antaranya adalah tadarus Al-Qur’an, kegiatan santri tahfiz, kuliah tujuh menit (kultum), hingga bazar Ramadan.
Kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarjamaah.
Sejarah Dan Makna Itikaf Dalam Islam
Akar Sejarah Itikaf
Itikaf merupakan ibadah berdiam diri di masjid dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Praktik ini telah ada sejak zaman Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, yang diperintahkan untuk menyucikan Ka’bah bagi orang-orang yang beribadah, termasuk yang beritikaf.









