SALIRA TV | EDITORIAL – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, keberadaan media daring mengalami perubahan signifikan. Aplikasi mobile dan media sosial kini menjadi jalur utama distribusi informasi, terutama bagi masyarakat awam. Kondisi ini memunculkan anggapan bahwa website media, termasuk media besar maupun lokal, akan tergeser oleh platform aplikasi dan media sosial. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat.
Website tetap memiliki posisi strategis yang tidak tergantikan dalam ekosistem media digital. Salah satu keunggulan utama website adalah alamat domain yang bersifat unik dan tidak dapat dipalsukan. Sebuah domain resmi menjadi identitas tunggal sebuah media di dunia digital, sekaligus penanda legitimasi yang dapat diverifikasi secara hukum dan teknis.
Berbeda dengan aplikasi di toko digital, nama aplikasi dapat dibuat hampir serupa satu sama lain, sehingga berpotensi membingungkan pengguna. Dalam banyak kasus, aplikasi tiruan bahkan dapat menyesatkan masyarakat. Website, dengan alamat domain yang jelas, justru menawarkan kepastian sumber informasi dan tingkat kepercayaan yang lebih tinggi.
Pada praktiknya, media lokal memang cenderung lebih kuat di media sosial atau aplikasi. Hal ini disebabkan oleh tingkat literasi digital masyarakat yang masih berfokus pada kemudahan akses. Media sosial dianggap lebih familiar, cepat, dan praktis. Sementara itu, website sering kali diasosiasikan sebagai platform bagi pengguna yang lebih memahami teknologi dan informasi digital secara mendalam.
Meski demikian, justru di sinilah nilai penting website bagi media lokal. Website berfungsi sebagai rumah utama media, tempat arsip berita disimpan, identitas redaksi ditampilkan, serta tanggung jawab jurnalistik ditegaskan. Dalam konteks kerja sama dengan instansi, aparat, maupun lembaga resmi, website menjadi rujukan utama yang menunjukkan profesionalisme dan keberlanjutan media tersebut.
Ketergantungan berlebihan pada media sosial menyimpan risiko besar. Akun dapat dibatasi, dihapus, atau kehilangan jangkauan akibat perubahan algoritma. Media sosial sejatinya adalah platform milik pihak ketiga, sedangkan website merupakan aset digital milik media itu sendiri. Kehilangan media sosial merupakan pukulan, tetapi kehilangan website dapat menjadi ancaman serius terhadap keberlangsungan media.
Kesalahan yang kerap terjadi di kalangan media lokal adalah menganggap media sosial lebih penting dibandingkan website. Bukan semata karena kurangnya literasi, melainkan karena belum sepenuhnya memahami risiko jangka panjang dan nilai strategis kepemilikan aset digital. Website kerap dipandang sebagai pelengkap, padahal sesungguhnya menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan dan legitimasi media.
Dalam ekosistem media digital yang sehat, media sosial dan aplikasi seharusnya berfungsi sebagai saluran distribusi, sementara website menjadi pusat informasi dan identitas resmi. Media yang mampu menyeimbangkan keduanya akan lebih siap menghadapi perubahan teknologi dan dinamika platform di masa depan.
Dengan demikian, website bukanlah platform yang akan tergeser, melainkan pilar yang memastikan media tetap berdiri kokoh di tengah arus digital yang terus berubah.
Tim Redaksi Salira TV













