“Kita berada pada situasi yang berubah cepat, kompleks, dan penuh ketidakpastian. ASN dituntut hadir dengan inovasi untuk menjawab tantangan tersebut,” ungkapnya.
Meski keterbatasan anggaran, pelatihan tetap dilaksanakan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah.
“Walaupun dengan APBD yang minimalis, pelatihan ini tetap dilaksanakan karena saudara-saudara adalah ASN terpilih yang memiliki peran penting dalam organisasi,” tambahnya.
PKA Jadi Langkah Strategis Penguatan Kepemimpinan
Pelatihan ini tidak sekadar formalitas, tetapi menjadi upaya nyata meningkatkan kapasitas kepemimpinan ASN.
“Inti kepemimpinan adalah kemampuan menyelesaikan pekerjaan dengan memanfaatkan sumber daya manusia secara optimal,” pungkasnya.
Sementara itu, perwakilan BPSDM Provinsi Jawa Barat, Budi Hermawan, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin.
“Pelatihan kepemimpinan ini menjadi bagian penting dalam membentuk pemimpin yang adaptif, akuntabel, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tantangan ke depan yang harus dihadapi ASN.
“Tantangan utama ke depan meliputi integritas, transformasi digital, dan dinamika ekonomi. ASN harus mampu menjadi motor penggerak perubahan,” jelasnya.
Melalui PKA Mandiri Ciamis 2026, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan kepemimpinan yang efektif serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan publik.
Reporter: Heri Heryanto
Editor: P. Pirmansyah









