
Tahapan berikutnya masih membutuhkan penyelesaian pengeboran serta pemasangan sejumlah komponen pendukung. Karena itu, pencairan anggaran tahap kedua menjadi salah satu hal yang dinantikan agar pekerjaan dapat dilanjutkan.
Kapasitas Pompa untuk 5 Hektare Masih Menunggu Uji Lapangan
Selain persoalan pencairan anggaran, kemampuan sistem pompa untuk memenuhi kebutuhan air pada lahan seluas 5 hektare juga masih menjadi perhatian.
Dokumen teknis menyebutkan satu unit pompa submersible atau pompa sibel dirancang untuk mengairi area tersebut. Meski demikian, efektivitasnya di lapangan belum dapat dipastikan sebelum seluruh perangkat terpasang dan menjalani pengujian.
Haris mengatakan, kondisi sebenarnya baru dapat diketahui setelah pompa beroperasi secara penuh.
“Secara dokumen spesifikasi memang tertulis satu unit bisa mengairi 5 hektar. Tapi untuk kenyataan di lapangan, saya belum tahu pasti apakah nanti benar-benar bisa meng-cover seluruhnya atau tidak. Kita harus lihat dulu bagaimana kinerja pompa sibel tersebut setelah terpasang dan beroperasi secara penuh,” ujar Haris diplomatis.
Padi Mulai Mengering, Petani Menunggu Kepastian
Belum beroperasinya fasilitas irigasi tersebut turut berdampak terhadap kondisi tanaman padi. Sejumlah lahan pertanian di Kelurahan Setiamulya mulai mengalami kekurangan air.
Petani berharap proyek yang sejak awal mendapat perhatian masyarakat tersebut dapat segera diselesaikan. Terlebih, kebutuhan air menjadi semakin penting ketika tanaman mulai memasuki kondisi kritis akibat minimnya pasokan.
Menurut Haris, masyarakat sebelumnya menyambut program tersebut dengan antusias. Namun, kondisi sawah yang semakin kering membuat kekhawatiran petani ikut meningkat.















