Menu ✖

Otomatis

Berita

Klarifikasi Ambulans Tanjung Lubuk, Syafaruddin Ungkap Kesalahpahaman

badge-check

Klarifikasi Ambulans Tanjung Lubuk, Syafaruddin Ungkap Kesalahpahaman Perbesar

SALIRA TV | KAB. OKI, SUMATERA SELATAN — Polemik terkait penggunaan ambulans Puskesmas Tanjung Lubuk yang sempat menjadi perhatian publik akhirnya mendapat klarifikasi dari pihak yang terlibat. Persoalan tersebut disebut terjadi akibat adanya kesalahpahaman dalam proses permintaan bantuan ambulans untuk membawa seorang pasien.

Peristiwa yang menjadi sorotan itu terjadi pada 27 Agustus 2026. Sebelumnya, sejumlah pemberitaan online di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menyoroti meninggalnya seorang warga yang mengalami sesak napas setelah adanya persoalan dalam permintaan bantuan ambulans Puskesmas Tanjung Lubuk.

Menindaklanjuti informasi yang berkembang, Salira TV melakukan penelusuran dengan meminta keterangan dari pihak keluarga serta Lurah Tanjung Lubuk, Kabupaten OKI, Syafaruddin.

Klarifikasi Ambulans Tanjung Lubuk dari Syafaruddin

Dalam keterangannya kepada Salira TV di ruang kerjanya pada 31 Agustus 2026, Syafaruddin menjelaskan bahwa pemberitaan mengenai peristiwa tersebut memang benar terjadi. Namun, ia menegaskan bahwa persoalan itu tidak dimaksudkan untuk menyalahkan pihak Puskesmas Tanjung Lubuk.

Menurut Syafaruddin, pasien yang membutuhkan bantuan saat itu berada di Desa Tanjung Beringin. Sementara itu, dirinya meminta bantuan berupa peminjaman ambulans Puskesmas Tanjung Lubuk karena lokasi fasilitas kesehatan tersebut lebih dekat dengan kantor tempat ia bertugas.

“Pemberitaan yang ada di beberapa media online yang sempat viral tersebut memang benar tetapi saya tidak menyalakan pihak puskesmas tanjung lubuk karena pasien tersebut berada di desa tanjung beringin saya hanya meminta pinjaman mobil ambulance puskesmas tanjung lubuk karena dekat dengan kantor tempat saya bertugas,” ucapnya.

Syafaruddin juga menyampaikan bahwa situasi yang terjadi ketika itu berlangsung dalam kondisi yang cukup kalut. Karena itu, ia mengakui kemungkinan terdapat ucapan yang kurang berkenan saat berkomunikasi dengan petugas medis Puskesmas Tanjung Lubuk.

“Berhubung keadaannya kalud kemungkinan ada ucapan saya yang kurang enak di dengar kepada pegawai medis puskesmas tanjung lubuk aaya juga sudah minta maaf atas kekeliruan saya,” tegas Syafaruddin.

Puskesmas Tanjung Lubuk Berikan Penjelasan

Sementara itu, pihak Puskesmas Tanjung Lubuk juga memberikan penjelasan mengenai persoalan tersebut. Dalam keterangannya melalui sambungan telepon, Kepala Puskesmas Tanjung Lubuk, Siti Marlina, menyampaikan bahwa kejadian tersebut telah diklarifikasi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten OKI.

Menurut Siti Marlina, proses klarifikasi dilakukan dengan menghadirkan tenaga medis Puskesmas Tanjung Lubuk yang berada di lokasi saat kejadian. Selain itu, Syafaruddin juga hadir sebagai pihak yang mewakili keluarga dalam permintaan bantuan ambulans.

“Peristiwa tersebut sudah kami klarifikasi kepada kadin dinkes oki menghadirkan pihak tenaga medis puskesmas yang berada ditempat kejadian serta pak syafaruddin perwakilan keluarga yang ingin meminjam mobil ambulance puskesmas kronologis kejadian tersebut jelasnya.”

Kesalahpahaman Disebut Telah Selesai

Setelah dilakukan klarifikasi, pihak Puskesmas Tanjung Lubuk menyatakan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan. Dengan demikian, polemik yang sempat berkembang di tengah masyarakat diharapkan tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru mengenai pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.

Siti Marlina menegaskan bahwa Puskesmas Tanjung Lubuk tetap berkomitmen memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi kondisi yang membutuhkan penanganan segera.

“Ke salah pahaman tersebut sudah selesai dan kami sebagai pimpinan puskesmas desa kelurahan tanjung lubuk dalam peristiwa tersebut apa pun bentuknya dalam menangani tindakan kesehatan masyarakat terutama emerjensi kami selalu bekerja sesuai SOP.” tegasnya.

Klarifikasi dari kedua pihak tersebut sekaligus memberikan gambaran bahwa persoalan yang sempat ramai diperbincangkan berawal dari perbedaan pemahaman dalam situasi yang berlangsung cukup mendesak.

Karena itu, komunikasi yang baik antara masyarakat, pemerintah kelurahan, keluarga pasien, dan fasilitas pelayanan kesehatan menjadi penting. Terlebih dalam kondisi darurat, setiap pihak diharapkan dapat memahami prosedur yang berlaku sekaligus menjaga komunikasi agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.

Reporter: Meifriandie
Editor: P. Pirmansyah

Read More

Diduga Ditarik Sepihak, Pemilik Dump Truck Kecewa kepada BFI Finance

23 Oct 2026 - 13:31 WIB

Diduga Ditarik Sepihak, Pemilik Dump Truck Kecewa kepada BFI Finance

Santri Ciamis Diajak Jadi Pelopor Persatuan dan Ekonomi

22 Oct 2026 - 20:09 WIB

Santri Ciamis Diajak Jadi Pelopor Persatuan dan Ekonomi

Revitalisasi SMPN 11 Tasikmalaya Berjalan Baik, PWRI Buka Suara

22 Oct 2026 - 16:45 WIB

Revitalisasi SMPN 11 Tasikmalaya Berjalan Baik, PWRI Buka Suara

Bupati Herdiat Buka Muskab PWRI Ciamis, Tekankan Kebersamaan

21 Oct 2026 - 19:58 WIB

Bupati Herdiat Buka Muskab PWRI Ciamis, Tekankan Kebersamaan
Trending on Berita