SALIRA TV | KAB. TASIKMALAYA – Situasi antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, kembali menjadi sorotan publik setelah keluhan warga viral di media sosial pada Kamis, 11 Desember 2025. Selain menimbulkan kemacetan berkepanjangan, muncul dugaan adanya praktik curang di lapangan yang memperparah kondisi.
Antrean 40 Menit yang Menghambat Aktivitas Warga
Salah satu warga, Andi Kuswandi (Andi Ralis), akhirnya memutuskan menyuarakan keluhannya kepada media usai mengunggah video kondisi antrean di akun Facebook dan TikTok miliknya. Ia menuturkan bahwa dirinya terpaksa mengantre karena bahan bakar kendaraannya hampir habis.
Dengan kondisi kesehatan yang mengharuskannya menghindari duduk terlalu lama, Andi menyebut ia harus menunggu hampir 40 menit hanya untuk mencapai dispenser BBM.
“Saya rutin menjalani terapi setiap minggu dan kerap harus disuntik anti-nyeri. Duduk lama sangat menyiksa kondisi saya,” ujar Andi. Ia menambahkan, antrean panjang yang sering menjalar hingga ke jalan raya menyebabkan pelajar maupun pekerja terlambat memulai aktivitas.
Dugaan Praktik Curang Ikut Memicu Kemacetan
Keluhan warga tidak hanya berkaitan dengan banyaknya kendaraan. Andi menyebut menerima sejumlah video dari warga lain yang memperlihatkan kendaraan yang sama kembali mengantre berulang kali. Pola ini memicu dugaan adanya praktik pembelian berulang yang melibatkan oknum tertentu, baik dari pihak pembeli maupun kemungkinan keterlibatan pegawai SPBU.
Praktik semacam itu disinyalir memperpanjang antrean dan membuat distribusi BBM menjadi tidak merata bagi masyarakat umum.
Ancaman Serius Usai Video Viral
Meski banyak warga mendukung langkah Andi dan menyampaikan pengalaman serupa, tidak sedikit pula respons negatif yang ia terima. Ancaman intimidasi mulai berdatangan melalui pesan pribadi media sosialnya.















