Salah satu ancaman yang paling membuatnya khawatir adalah pesan dari akun anonim yang menyebut akan “menabrakkan mobil Fuso” kepadanya. Meskipun dikirim oleh akun palsu, ancaman tersebut menambah ketegangan dan menunjukkan bahwa persoalan antrean BBM ini telah merambah ke ranah keselamatan warga.
Minim Fasilitas SPBU untuk 70 Ribu Penduduk
Karangnunggal diketahui memiliki jumlah penduduk hampir 70.000 jiwa, sementara fasilitas SPBU yang tersedia masih terbatas. Kondisi ini memperbesar potensi antrean, terutama pada jam sibuk atau ketika terjadi lonjakan kebutuhan masyarakat.
Andi menegaskan bahwa unggahannya bukan untuk mencari sensasi, melainkan bentuk kepedulian terhadap keresahan warga. Ia berharap pemerintah dan pihak berwenang segera turun tangan menata distribusi BBM, memperkuat pengawasan, serta menindak tegas segala bentuk praktik curang maupun intimidasi terhadap warga yang menyampaikan kritik.
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak SPBU Karangnunggal maupun Pertamina belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan praktik curang tersebut. Sementara itu, aparat kepolisian diminta untuk menyelidiki ancaman yang diterima oleh Andi Kuswandi.
Kontributor/Wartawan: Heri Heryanto















