SALIRA TV | KAB. TASIKMALAYA, JAWA BARAT — Komitmen pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan terus diperkuat melalui peluncuran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Pada Senin, 21 Juli 2025, Kodim 0612/Tasikmalaya turut menghadiri Video Conference (Vicon) peresmian operasional koperasi yang dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gerai Koperasi Desa Merah Putih Desa Mangunreja, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya. Sementara itu, peluncuran nasional dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dan dipimpin langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.
Program strategis nasional ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat desa. Pelaksanaannya juga merupakan hasil koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna memastikan seluruh persiapan berjalan optimal hingga ke daerah.
Progres Pembangunan Koperasi Merah Putih
Perkembangan pembangunan KDKMP di berbagai wilayah Indonesia menunjukkan progres signifikan. Sebanyak 7.200 unit koperasi disebut telah selesai dibangun secara penuh.
Dari jumlah tersebut, 1.000 unit ditetapkan sebagai angkatan pertama atau wave 1 yang resmi beroperasi secara serentak, termasuk KDKMP Desa Mangunreja di Kabupaten Tasikmalaya. Selain itu, sekitar 25.000 unit lainnya masih dalam tahap pembangunan intensif.
Pemerintah menargetkan sebanyak 30.000 koperasi desa dan kelurahan dapat rampung pada Agustus 2026, bertepatan dengan momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dandim 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Invan Ibrahim, menegaskan bahwa koperasi yang dibangun tidak hanya berfungsi sebagai bangunan administratif semata, melainkan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa.
“Fasilitasnya sangat siap, mulai dari gedung utama, gudang penyimpanan barang yang layak, gerai usaha, hingga perlengkapan operasional. Koperasi bisa langsung bertransaksi melayani warga sejak hari pertama,” ujar Letkol Czi M. Invan Ibrahim.
Ia juga menjelaskan bahwa gedung koperasi dirancang multifungsi agar dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat.
“Bahkan gedung ini nantinya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat atau disewakan untuk resepsi pernikahan. Ini tentu akan menjadi sumber income tambahan yang menguntungkan bagi Koperasi Desa,” tambahnya.
Pemda Tasikmalaya Dukung Pengembangan KDKMP
Dukungan terhadap program Koperasi Merah Putih Tasikmalaya juga datang dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, menyebut pihaknya telah menyiapkan dukungan lahan untuk pembangunan koperasi di sejumlah titik.
“Kami sudah menyiapkan dukungan untuk 17 titik lahan KDMP, di mana 10 titik di antaranya saat ini sudah masuk dalam proses pembangunan,” jelas Asep.
Menurutnya, keberadaan program strategis nasional seperti KDKMP dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Sejatinya, koperasi ini adalah milik masyarakat dan anggota, bukan milik pemerintah. KDKMP ini akan menjadi solusi konkret untuk memotong kerumitan jalur distribusi barang pokok yang dibutuhkan warga, sekaligus menjadi mesin pendongkrak ekonomi di akar rumput,” tegasnya.
Tasikmalaya Punya Sejarah Koperasi Indonesia
Tasikmalaya juga memiliki sejarah penting dalam perkembangan koperasi nasional. Kongres Koperasi Indonesia pertama diketahui digelar di Tasikmalaya pada 12 Juli 1947.
Dari kongres tersebut lahir Hari Koperasi Indonesia sekaligus organisasi koperasi nasional bernama Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI).
Pemerintah Kota Tasikmalaya saat ini juga tengah memberikan perhatian terhadap keberadaan Tugu Koperasi yang menjadi penanda lokasi kongres pertama tersebut. Tugu itu direncanakan diperkuat statusnya menjadi cagar budaya nasional.
Reporter: Heri Heryanto
Editor: P. Pirmansyah








